Poros Moskow-Ankara Jajaki Kerja Sama Produksi Pesawat dan Helikopter

AIRSPACE-REVIEW.com – Dihempaskannya Turki oleh Amerika Serikat dari Program F-35 karena Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Rusia, membuat Negeri Ottoman kini menghadapi berbagai kendala dalam hubungannya dengan Paman Sam.

Padahal, Turki sebenarnya telah mencanangkan pembelian 120 F-35 buatan Lockheed Martin. Bagi Amerika Serikat (AS) Turki juga merupakan salah satu penyuplai keberlangsungannya mata-rantai komponen produksi F-35.

Namun, AS memang telah bersikeras pada pendiriannya. Turki pun dihempaskan dari keanggotaan tim Program F-35.

Empat pesawat F-35A yang telah diterima Turki dan digunakan Angkatan Udara Turki (TAF) untuk melatih para pilotnya di AS, kini tak jelas nasibnya. Pelatihan disetop dan para penerbang TAF tidak bisa melanjutkan lagi program pelatihannya.

Di tengah runyamnya hubungan dengan Washington, Ankara makin erat dengan Moskow. Poros dua ibu kota negara ini menjajaki beragam bentuk kerja sama industri dan perdagangan. Salah satunya adalah skema kerja sama produksi pesawat dan helikopter.

Denis Ferdoko

Kantor Berita Rusia TASS melaporkan, pembicaraan antara Ankara dan Moskow perihal kerja sama produksi SSJ 100 dan MC-21 telah dilaksanakan. Pembicaraan juga menyangkut produksi bersama helikopter, walau tidak disebutkan secara spesifik helikopter apa yang akan diproduksi bareng.

“Untuk sektor industri, kami membicarakan mengenai pengiriman helikopter dan pendirian perusahaan bersama untuk memproduksi helikopter. Rencana ke depan, juga termasuk produksi bersama dan pengiriman pesawat SSJ 100 serta MC-21,” ujar Menteri Energi Rusia Alexander Novak dalam wawancara dengan televisi Rossiya-24 seperti dikutip TASS.com (26/7).

Helikopter
Russian Helicopters

SSJ 100 Superjet merupakan pesawat jet komersial lorong tunggal untuk penerbangan jarak pendek. Pesawat berkapasitas 87-108 penumpang yang dikembangkan oleh Sukhoi Civil Aircraft Co ini telah digunakan oleh sejumlah maskapai.

Sementara MC-21, adalah pesawat jet komersial lorong tunggal untuk penerbangan jarak menengah. Pesawat yang dikembangkan oleh Irkut Corporation ini akan dibuat dalam dua seri yaitu MC-21-200 dengan kapasitas 132-165 penumapang dan MC-21-300 dengan kapasitas 163-211 penumpang.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *