Tak Disangka, Puluhan Ribu Wanita Turki Berkeinginan Jadi Anggota Pasukan Khusus Kepolisian

ANGKASAREVIEW.COM – Turki dikenal sebagai negara yang berusaha menjamin keamanan bagi warga negaranya termasuk berusaha melindungi semua warganya dari ancaman aksi terorisme. Untuk mewujudkan perlindungan itu, Turki membentuk pasukan khusus gabungan yang dinamai Special Operations Group Authorities (Turkish Ozel Harekat Grup Amirlikkleri) sejak  1987.

Sesuai dengan tantangan yang dihadapi, Turki kemudian mengembangkan pasukan khususnya menjadi pasukan antiteror dengan nama Special Action Branch – SAB (Turkish Ozel Harekat Subesi). Tahun 1993 pasukan ini berkembang menjadi Pasukan Khusus Kepolisian (Polis Özel HarekâtPOH) dengan anggota mencapai lebih dari 11.000 orang.

Supaya berfungsi efektif, tahun 2011 berdasar perintah dari PM Turki Recep Tayyip Erdogan yang kemudian menjadi Presiden Turki, SAB berada di bawah komando Kementerian Dalam Negeri.

Tugas-tugas SAB selain menjadi pasukan antiteror, penegak hukum, personel intelijen, juga bertugas bersama pasukan khusus Gandarmerie Special Force (GSF) untuk bekerja bahu-membahu menciptakan keamanan di seantero Negeri Karpet.

Pada 2016 atas perintah Presiden Erdogan, jumlah pasukan khusus Turki terus ditingkatkan hingga mencapai jumlah 40.000 personel. Sebagian pasukan khusus itu merupakan POH atau Police Special Operation (PSO) dan ditempatkan di 280 unit kantor polisi.

Sebagai pasukan khusus mereka terlatih dengan sangat baik dan memiliki persenjataan lengkap untuk menghadapi semua tantangan keamanan yang berpotensi menyerang Turki.

Persenjataan yang dimiliki PSO di antaranya kendaraan lapis baja yang dilengkapi peluncur granat MK-19, peluncur granat perorangan kaliber 40 mm, dan senapan serbu yang dilengkapi peluncur granat.

Pasukan KhususPSO

Keberadaan PSO dan GSF amat dirasakan manfaatnya oleh warga Turki. Salah satunya adalah peran menggagalkan upaya kudeta Turki yang berlangsung pada 15 Juli 2016.

Setelah upaya kudeta yang berhasil digagalkan itu, pasukan PSO menjadi populer dan memicu para pemuda Turki untuk bergabung ke dalamnya.

Tak terkecuali pula, para wanita Turki yang terkenal memiliki paras yang ayu itu terpanggil juga untuk berbakti kepada negaranya dengan cara melamar menjadi anggota PSO.

Pada proses rekrutmen yang berlangsung Januari  2018, tercatat lebih dari 41.000 wanita muda Turki telah mendafatar untuk menjadi anggota PSO.

Sejumlah rangkaian tes fisik harus dilalui oleh para pelamar dengan batasan usia 18-32 tahun lulusan dari SMK Kepolisian atau universitas ini.

Di antaranya adalah lari 2.500 m sambil menggendong beban punggung 1o kg selama 15 menit, mencapai angka 50 dari nilai 100 ketepatan menembak menggunakan pistol dan senapan laras panjang, serta berenang 150 m tanpa henti.

Hingga kini ribuan wanita Turki telah bergabung dengan Kepolisian Turki dan ratusan di antara berhasil lolos seleksi dan menyandang titel sebagai Pasukan Khusus Polisi sebagaimana impian mereka.

A Winardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *