Yonko 468 Paskhas “Sarotama” Asah Naluri Bertempur dan Kemampuan Analisis Medan

ANGKASAREVIEW.COM – Kemampuan membaca dan menganalisis keadaan medan untuk menentukan kedudukan pos pertahanan dan rencana gerak taktis dalam menghadapi kerawanan dan ancaman, merupakan salah satu kemampuan dasar bagi prajurit tempur darat dalam hal ini Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara.

Dengan kemampuan tersebut, Korpaskhas memiliki naluri tempur dalam kondisi bertahan, menyerang, maupun dalam perpindahan.

Meski begitu, kemampuan ini harus terus diasah agar tidak tumpul termakan waktu. Dinamika tugas satuan yang selalu berkembang menuntut seluruh prajurit Korpaskhas mampu bergerak di daerah rawan berdasarka pada perkiraan keadaan medan (PKM) dan perkiraan keadaan taktis (PKT) dengan ditunjang perencanaan cara bertindak yang tepat.

Tahap perencanaan memainkan peranan yang sangat penting sebelum pasukan-pasukan Baret Jingga bergerak.

Setting peranggapan kondisi medan dan kedudukan musuh yang senantiasa berpindah tempat menjadi permasalahan utama dalam skenario pendalaman dan penyamaan materi satuan tempur darat dalam pertahanan.

Olah YudhaKorpaskhas

Penguasaan serangan dan perpindahan pasukan yang baik, dalam pelaksanaannya diharapkan dapat memberikan hasil yang baik sehingga tugas yang dilaksanakan tercapai sesuai sasaran.

Dalam rangka ini pula Batalyon Komando 468 Paskhas “Sarotama” di Biak Numfor, Papua menggelar Olah Yudha untuk mengasah ketajaman naluri, analisis medan, kemampuan tempur, dan kesiapan para prajuritnya di markas mereka, Biak Numfor, Papua, Rabu (24/10/2018).

Berpegang pada kedisiplinan dan tugas yang diemban, “Sarotama” siap mengamankan wilayah-wilayah yang dipetakan sebagai daerah rawan.

Roni Sontani