Panus Phantom 380, MRAP Gajah Putih yang Teruji Perang

ANGKASAREVIEW.COM – Pada tulisan sebelumnya, redaksi AR mengangkat cerita mengenai ranpur HMV-420 buatan perusahaan Panus Assembly Co. Ltd. Kali ini redaksi kembali mengulas mengenai Phantom 380-X ranpur jenis MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) yang juga buatan Panus Assembly perusahaan asal negeri Gajah Putih, Thailand.

Sobat AR, konflik bersenjata berkepanjangan di wilayah Thailand bagian Selatan yang sudah berlangsung sejak tahun 2004 tersebut, telah memakan korban 6.500 jiwa dan 12.000 orang terluka akibat serangan senjata maupun bom. Korban mulai dari masyarakat sipil hingga aparat militer yang bertugas di sana.

Penggunaan bahan peledak improvisasi (IED) makin sering digunakan pemberontak untuk menjebak kendaraan militer yang mengangkut logistik atau berpatroli. Yang menjadi sasaran terutama jenis truk dan rantis ringan seperti Humvee dan mobil pick-up yang notabene tak memiliki perlindungan terhadap ranjau atau IED.

Untuk mencegah korban lanjutan, Angkatan Darat Kerajaan Thailand (RTA) mulai mengakuisisi ranpur antiranjau (MRAP) untuk menggantikan truk dan kendaraan bak terbuka. Tak tanggung-tanggung sebanyak 200 unit Reva 4X4 versi angkut pasukan (APC) dibeli dari perusahaan ICP (Integrated Convoy Protection) dari Afrika Selatan.

Mengikuti jejak RTA, Korps Marinir Kerajaan Thailand (RTMC) juga mulai melirik penggunaan MRAP untuk digunakan oleh satuan yang bertugas di wilayah sepanjang perbatasan Thailand dengan Malaysia. Tapi RTMC tak membelinya dari luar, namun menggunakan produk buatan dalam negeri yakni Phantom 380-X hasil garapan Panus.

Dibandingkan dengan Reva 4X4 milik RTA, Phantom memiliki dimensi yang jauh lebih besar. Panjangnya mencapai 8,3 m, lebar 2,5 m dan tinggi 3,2 m. Kabinnya mampu menampung 11 prajurit bersenjata termasuk pengemudi dan komandan. Beban muatan yang dapat diangkutnya mencapai 1,8 ton.

Panus 380Panthom 380 dan Reva 4X4/Panus

Ranpur berbobot 19 ton ini ditenagai sebuah mesil diesel buatan Cummins dengan kapasitas 10.800 cc berdaya 380 hp yang diintegrasikan dengan transmisi otomatis 6 percepatan buatan Allison. Mampu melaju dengan kecepatan maksimum 110 km/jam di permukaan jalan datar.

Layaknya ranpur jenis MRAP pada umumnya, lambung Phantom 380-X memiliki desian berbuntuk huruf V yang terbukti efektik mengurai dan melemahkan energi ledakan. Tingkat proteksi menghadapi ledakan ranjau masuk pada katagoeri STANAG level 4b, artinya tahan terhadap ledakan setara 8 kg TNT di bawah perut dan rodanya.

Secara menyeluruh kulit cangkang Phantom 380-X mampu menahan tumbukan peluru senapan serbu hingga kaliber 7,62 mm dan serpihan munisi artileri. Sebagai perlindungan diri, tersedia 12 lobang untuk menembakan senapan serbu dari dalam kabin, lima setiap sisi dan dua di belakang. Di atas kabin juga tersedia kubah yang bisa dipersenjatai senapan mesin kaliber 12,7 atau 7,62 mm.

Panus 380Phantom 380X-1/Panus

Purwarupa Phantom 380-X pertama kali diperlihatkan secara terbuka bertepatan dengan adanya latihan perang bersama antara militer Thailand dan Amerika Serikat yang bersandikan Cobra Gold tahun 2014. Di tahun yang sama pula Phantom 380-X mulai menjalani debutnya dalam palagan sesungguhnya, dikerahkan RTCM ke Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan.

Puas dengan kinerja prototipe Phantom 380-X, tahun 2017 RTMC kembali memesan dua unit ranpur baru kepada Panus Assembly. Desainnya disempurnakan dengan tampilan yang terlihat berbeda. Mendapatkan  kaca jendela lebih besar dan terdapat lubang tembak ditengahnya. Bagian depannya terlihat membawa nail scraper yang berfungsi menyingkirkan rintangan penghalang jalan.

 Sobat AR, mendapatkan nama baru sebagai Phantom 380X-1, kedua ‘Hantu” langsung dikerahkan ke Provinsi Narathiwat dan mendapatkan peran serupa dengan pendahulunya sebagai wahana patroli daerah yang rawan penyergapan kelompok pemberontak. Dengan fakta ini Phantom 380-X dan Phantom 380X-1 berhak mendapatkan cap battle proven tentunya.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *