Rusia Mulai Gunakan Sistem Satelit Rassvet di Ukraina untuk Tingkatkan Akurasi Drone
NASAAIRSPACE REVIEW – Militer Rusia dilaporkan telah mengoperasikan sistem komunikasi satelit terbarunya, Rassvet (Fajar), di atas wilayah udara Ukraina. Penggunaan sistem berbasis orbit bumi rendah (LEO) ini bertujuan untuk meningkatkan presisi serangan pesawat tanpa awak (drone) serta memperkuat ketahanannya terhadap gangguan perang elektronik (EW).
Informasi tersebut disampaikan oleh Perwakilan Intelijen Pertahanan Ukraina (DIU) Kementerian Pertahanan Ukraina untuk Komunikasi Strategis, Andrii Yusov, dalam keterangannya kepada Reuters.
Yusov menjelaskan bahwa sistem Rassvet memungkinkan pertukaran data dua arah secara waktu nyata antara operator dan drone di lapangan. Dengan kemampuan ini, drone jelajah dan pengintai tidak lagi bergantung sepenuhnya pada rute penerbangan yang telah diprogram sebelumnya. Operator dapat mengubah jalur terbang drone secara langsung di tengah misi.
“Dalam jangka panjang, teknologi ini dapat meningkatkan efektivitas UAV penyerang maupun pengintai, sekaligus menyulitkan sistem intelijen dan perang elektronik lawan untuk mencegatnya,” ujar Yusov.
Selain untuk armada drone, intelijen Ukraina mengindikasikan bahwa sistem Rassvet akan diintegrasikan ke dalam sistem akuisisi target berbasis ruang angkasa untuk senjata rudal. Terminal pelanggan satelit ini juga rencananya dipasang pada kendaraan komando dan staf sistem rudal taktis Iskander-M.
Cakupan Masih Terbatas
Meski sudah digunakan, jaringan satelit Rassvet saat ini belum memberikan cakupan penuh secara kontinu di atas wilayah Ukraina. Jaringan komunikasi hanya tersedia secara berkala saat satelit melintas di atas area yang ditentukan.
Pakar keamanan Mykola Zentsov mencatat bahwa saat ini Rusia memiliki setidaknya dua jendela komunikasi satelit berkualtas tinggi setiap harinya dengan durasi masing-masing lebih dari satu jam.
Untuk memperluas cakupan geografis, Rusia berencana meluncurkan satelit tambahan hingga akhir tahun 2026 sebagai langkah awal membangun jaringan komunikasi orbit rendah yang utuh.
Sistem satelit Rassvet dikembangkan oleh perusahaan asal Rusia, Bureau 1440. Pada Maret 2026, perusahaan meluncurkan 16 satelit pertama ke orbit, disusul 16 satelit berikutnya pada Juli 2026.
Hingga 3 November 2026, tercatat 30 satelit masih berada di orbit. Meskipun konstelasi satelit tersebut belum mencapai ketinggian orbit target (800 km) dan masih berada di ketinggian sekitar 508 km, uji coba operasional telah mengonfirmasi keandalan sistem ini. Pada September 2026, sistem ini sukses digunakan untuk mendukung pemungutan suara elektronik jarak jauh di wilayah otonom Nenets, Arktik.
Rusia menargetkan pengoperasian komersial penuh Rassvet pada tahun 2027 dengan target akhir menempatkan lebih dari 900 satelit di orbit pada tahun 2035. (RNS)
