Tantang Starlink, Rusia Siapkan Jaringan Satelit Internet Rassvet Berkecepatan Tinggi

Jaringan internet berbasis satelit Rusia RassvetBureau 1440
Jaringan internet berbasis satelit Rusia Rassvet.

AIRSPACE REVIEW – Rusia secara resmi bersiap menantang dominasi layanan internet Starlink milik SpaceX dengan mengembangkan konstelasi satelitnya sendiri yang dinamai Rassvet.

Jaringan internet berbasis ratusan satelit di orbit bumi rendah (Low-Earth Orbit/LEO) ini ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2027 mendatang.

Proyek ini menjadi salah satu pilar strategis Moskow untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada infrastruktur komunikasi serta satelit buatan negara-negara asing.

Dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan Rusia, Bureau 1440, proyek ambisius ini dirancang khusus untuk menghadirkan konektivitas internet berkecepatan tinggi dengan latensi amat rendah.

Pada terminal pengguna, kecepatan internet Rassvet diproyeksikan mampu menyentuh angka 1 gigabit per detik (Gbps) dengan keterlambatan data (latency) hanya sekitar 70 milidetik.

Capaian teknis ini didukung oleh penggunaan teknologi NTN 5G yang memungkinkan jaringan seluler terestrial terhubung langsung secara mulus ke sistem satelit di luar angkasa.

Keunggulan Rassvet

Keunggulan utama Rassvet terletak pada sistem komunikasi antarsatelit yang memanfaatkan transmisi laser canggih.

Dalam serangkaian uji coba sepanjang 2023 dan 2024, Bureau 1440 sukses menguji koneksi laser berkecepatan 10 Gbps antar dua satelit yang terpisah jarak lebih dari 1.000 km.

Lewat teknologi ini, lalu lintas data dapat dikirimkan langsung antarsatelit tanpa perlu menyalurkannya kembali ke stasiun penerima di Bumi.

Selain itu, tiap unit satelit juga dibekali sistem pendorong plasma serta manajemen daya mandiri untuk menjaga presisi posisi selama mengorbit.

Pengembangan jaringan Rassvet melibatkan investasi berskala besar yang diperkirakan menelan total anggaran hingga 5,2 miliar USD (sekitar Rp83,2 triliun).

Dari jumlah tersebut, anggaran federal Rusia mengalokasikan sekitar 103 miliar rubel (1,2 miliar USD atau sekitar Rp19,2 triliun) hingga tahun 2030.

Sebesar 45,6 juta USD (sekitar Rp729,6 miliar) di antaranya telah dikucurkan dari dana cadangan pada 2025 untuk merampungkan 16 satelit perdana.

Sementara itu, Bureau 1440 menanggung porsi terbesar dengan menginvestasikan sekitar 329 miliar rubel (hampir 4 miliar USD atau sekitar Rp64 triliun) dari dana internal perusahaan.

292 Satelit pada 2030

Setelah meluncurkan batch satelit kedua pada Juli lalu, Rusia menargetkan sebanyak 292 satelit akan mengorbit pada 2030, dengan opsi perluasan hingga 924 satelit jika kebutuhan lalu lintas data terus meningkat.

Hadirnya Rassvet diproyeksikan menjadi solusi vital bagi wilayah-wilayah yang sulit atau terlalu mahal dijangkau oleh jaringan kabel serat optik, seperti kawasan Siberia, Timur Jauh Rusia, dan Arktik.

Baca di Sini: Diakui punya kemampuan peperangan elektronik yang mumpuni, Rusia bungkam jaringan satelit Starlink milik Elon Musk yang digunakan pasukan Ukraina

Layanan ini menyasar pengguna individu, operator seluler, hingga fasilitas industri.

Bureau 1440 telah bermitra dengan MegaFon untuk menghubungkan 500 stasiun pemancar terestrial pada 2027, bekerjasama dengan Russian Railways untuk menyediakan Wi-Fi di kereta cepat Sapsan dan Lastochka.

Perusahaan juga menggandeng maskapai Aeroflot demi menghadirkan internet cepat di dalam penerbangan. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *