Intip Kapal Tempur Otonom Saab CB90 CX: Senjata Baru Pertahanan Pesisir Canggih

Kapal tempur otonom Saab CB90 CXSaab
Kapal tempur otonom Saab CB90 CX.

AIRSPACE REVIEW – Produsen pertahanan asal Swedia, Saab, secara resmi memperkenalkan lini kapal tempur terbarunya, Combat Boat 90 Capability X (CB90 CX), yang dikembangkan oleh unit bisnis Docksta menjelang pameran pertahanan maritim Euronaval 2026 di Paris. Kapal berukuran panjang 18 m, lebar 4 m, dan sarat air 1,1 m ini menandai lompatan besar dalam modernisasi armada pertahanan pesisir Laut Baltik karena membawa teknologi operasi otonom (optionally crewed).

Dengan sistem navigasi cerdas Autonomous Ocean Core serta arsitektur digital Combat Core, kapal tempur ini sanggup dikendalikan secara jarak jauh maupun beroperasi mandiri tanpa awak, atau dijalankan secara manual dengan menampung hingga sepuluh personel.

Kapal tempur baru ini menawarkan peningkatan performa yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya. Ditenagai dua mesin diesel berkapasitas total 2.200 tenaga kuda yang menggerakkan sistem waterjet, CB90 CX sanggup melaju melebihi kecepatan 40 knot dalam kondisi muatan penuh serta memiliki jangkauan jelajah hingga lebih dari 300 mil laut.

Peningkatan dimensi kapal ikut mendongkrak kapasitas muatannya hingga lebih dari 5 ton, naik lebih dari 66,7 persen dibandingkan varian terdahulu. Kapasitas yang lebih besar ini dimanfaatkan untuk mengintegrasikan berbagai modul perangkat sensor modern, peluncur rudal, hingga sistem artileri pertahanan udara jarak dekat.

Tiga Varian CB90 CX

Untuk memenuhi kebutuhan taktis di medan laut, Saab menawarkan CB90 CX dalam tiga varian modul utama yang saling terhubung. Varian Intelijen, Pengawasan, dan Rekognisi (ISR) dibekali radar AESA 3D Sea Giraffe 1X dengan tiang sensor yang dapat dinaikkan hingga 11 m untuk mendeteksi sasaran hingga jarak melebihi 100 km.

Sementara itu, varian anti-kapal permukaan dipersenjatai dua rudal Marte ER dari MBDA yang mampu menghantam kapal perang musuh di luar jangkauan horison radar langsung dengan memanfaatkan data sasaran dari varian ISR. Adapun varian pertahanan udara jarak dekat (SHORAD) mengusung menara kanon otomatis SeaSnake 30 berkaliber 30 mm buatan Rheinmetall yang menggunakan amunisi airburst terprogram untuk melumpuhkan drone, helikopter, maupun amunisi berkeliaran.

Angkatan Bersenjata Swedia menjadi pemesan pertama yang menerima unit perdana CB90 CX untuk menjalani uji penerimaan akhir pada akhir Oktober 2026. Langkah ini melengkapi komitmen pengadaan armada kapal tempur keluarga CB90 oleh pemerintah Swedia, yang mencakup kontrak sepuluh unit pada Juni 2024 senilai 400 juta krona Swedia (sekitar Rp598 miliar), dilanjutkan 22 unit pada kuartal kedua 2025 senilai 900 juta krona Swedia (sekitar Rp1,35 triliun), serta empat unit tambahan pada awal 2026.

Selain itu, Kementerian Pertahanan Swedia juga telah memesan delapan unit sistem persenjataan SeaSnake 30 pada Februari 2026 dengan nilai kontrak mencapai 63 juta euro (sekitar Rp1,07 triliun). Untuk mendukung peningkatan permintaan dari Swedia serta mitra sekutu NATO di kawasan Baltik dan Mediterania, Saab saat ini sedang membangun fasilitas manufaktur baru di Docksta yang dijadwalkan rampung pada paruh pertama tahun 2027 guna melipatgandakan kapasitas produksinya. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *