Mesin Jet dan Starlink: Intip Senjata Drone Baru Rusia BM-35 yang Mulai Menyasar Jalur Logistik
MilitarnyiAIRSPACE REVIEW – Pasukan Rusia dilaporkan mulai mengoperasikan varian bermesin jet dari drone serang jenis BM-35 dan BM-70. Keberhasilan intersepsi drone ini oleh pasukan Ukraina diumumkan oleh sejumlah satuan tempur terkemuka, di antaranya Brigade Mekanis Terpisah ke-42 yang pada 23 Oktober merilis rekaman video penghancuran drone serang BM-70 bermesin jet milik Rusia.
Penghancuran tersebut menyusul aksi heroik unit Redneck dari Brigade Serbu Udara Terpisah ke-78 pada 19 Oktober yang sukses menjatuhkan drone BM-35 bermesin jet lewat kerja sama dua drone FPV di mana hantaman pertama merusak sayap target sebelum drone penjelajah kedua menuntaskan penghancurannya secara total.
Resimen Serbu Terpisah ke-425 Skelia juga melaporkan hal serupa, menegaskan bahwa Rusia mengerahkan drone BM-35 berkecepatan tinggi ini untuk memborbardir kendaraan militer, peralatan tempur, serta jalur logistik utama Ukraina.
Secara spesifikasi teknis, peningkatan performa yang dibawa varian jet ini sangat drastis jika dibandingkan dengan versi pendahulunya. Drone BM-35 bermesin jet sanggup melejit dengan kecepatan di atas 350 km/jam, memiliki jangkauan jelajah lebih dari 200 km, serta membawa hulu ledak seberat 10 kg, jauh melampaui varian standar BM-70 konvensional bermesin piston berbaling-baling yang ‘hanya’ berkecepatan 200 hingga 220 km/jam dengan daya muat payload hingga 15 kg.
Perubahan Desain
Perubahan desain drastis ini melengkapi wujud sebelumnya yang mengandalkan mesin bensin 2-tak DLE dengan sayap delta serta transmisi video target, ditambah temuan penting pada Januari 2026 lalu di mana pasukan Ukraina sempat mendapati adanya terminal komunikasi satelit Starlink tertanam pada puing drone BM-35 untuk navigasi kendali jarak jauh.
Sementara eksistensi varian jet ini sendiri sebelumnya sudah pernah dipertontonkan lewat laporan televisi pemerintah Rusia pada 15 Agustus silam yang turut disorot oleh pengamat militer Serhii Beskrestnov berjuluk “Flash”.
Transformasi penggunaan drone bermesin jet ini menandai babak baru yang semakin kompleks dalam lanskap peperangan modern di Ukraina, di mana kedua belah pihak terus berlomba meningkatkan kecepatan, jarak jangkau, serta tingkat ketahanan amunisi berkeliaran (loitering munition) di tengah jenuhnya sistem pertahanan udara konvensional.
Taktik Intersepsi Berlapis
Kehadiran propulsi jet pada amunisi serang murah memaksa para insinyur militer dan operator pertahanan udara garis depan untuk mengandalkan taktik intersepsi berlapis, mulai dari penggunaan drone FPV berkecepatan tinggi hingga integrasi sensor elektronik canggih, guna meredam ancaman hantaman mendadak yang kini bergerak jauh lebih cepat daripada generasi drone baling-baling sebelumnya.
Di sisi lain, adopsi teknologi ganda seperti integrasi terminal Starlink dan sistem transmisi video pada platform drone serang menunjukkan bagaimana medan konflik di Ukraina telah berubah menjadi ajang uji coba dan inovasi teknologi nirawak global yang bergerak sangat cepat.
Ketergantungan pada jaringan komunikasi komersial yang dimodifikasi untuk kebutuhan militer menegaskan bahwa batas antara perangkat sipil dan alat perang modern semakin kabur, memaksa rantai pasok pertahanan kedua negara untuk terus beradaptasi secara dinamis demi mempertahankan keunggulan taktis di udara. (PN)
