Kasus Hibah MiG-29 ke Ukraina Kembali Membara di Slowakia: Jaksa Agung Perintahkan Penyelidikan Ulang

MiG-29 SlowakiaSlovak MoD
Jet tempur MiG-29 Angkatan Udara Slowakia.

AIRSPACE REVIEW – Kasus hukum terkait keputusan Slowakia mendonasikan armada jet tempur MiG-29 serta sistem pertahanan udara ke Ukraina pada tahun 2023 kini kembali membara. Jaksa Agung Slowakia, Maroš Žilinka, resmi memerintahkan pembukaan kembali penyelidikan kriminal atas hibah alutsista tersebut pada Jumat (30/10/2026), sekaligus membatalkan keputusan penghentian kasus yang sempat ditetapkan setahun sebelumnya.

Žilinka menilai keputusan penghentian perkara pada Oktober 2025 lalu diambil secara prematur karena fakta-fakta yang ada belum terkumpul secara memadai. Sebagai langkah penyegaran, ia menarik berkas perkara dari Kejaksaan Regional Bratislava dan mengalihkan supervisi penyidikan kepada Kejaksaan Regional Trenčín.

Penyelidikan yang kini bergulir kembali berfokus pada dugaan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik serta pelanggaran kewajiban dalam pengelolaan barang milik negara. Objek materi perkara mencakup penghibahan 13 unit jet tempur MiG-29 yang terdiri dari 9 unit MiG-29AS, 2 unit MiG-29A, 1 unit MiG-29UBS, serta 1 unit MiG-29UB, di mana tiga kerangka pesawat di antaranya tidak berdefinisi mesin dan difungsikan sebagai sumber suku cadang.

Peluncur Rudal Kub dan 200 Rudal Pendukung

Selain jet tempur, paket bantuan yang disetujui pada Maret 2023 di bawah pemerintahan sementara Perdana Menteri Eduard Heger dan Menteri Pertahanan Jaroslav Naď tersebut juga mencakup peluncur rudal Kub, stasiun radar Kub, serta 200 unit rudal pendukung. Proses hukum ini sendiri masih berjalan secara in rem atau fokus pada peristiwanya, sehingga belum ada penetapan tersangka maupun vonis bersalah terhadap pihak tertentu.

Keputusan Jaksa Agung ini kembali menyulut perdebatan politik paling sengit di Slowakia mengenai apakah hibah seluruh armada jet tempur tersebut merupakan bentuk solidaritas atau justru tindakan merugikan negara.

Armada MiG-29 milik Angkatan Udara Slowakia sebelumnya telah dipensiunkan pada 31 Agustus 2022 akibat masalah kendala suku cadang dan perawatan yang terikat kontrak dengan pihak Rusia. Namun, setelah Perdana Menteri Robert Fico kembali memegang tampuk kekuasaan pada akhir 2023 dan menghentikan seluruh bantuan militer ke Kyiv, Kementerian Pertahanan Slowakia mengajukan laporan pidana pada Juni 2024.

Fico dan Menteri Pertahanan Robert Kaliňák menuding Heger dan Naď melakukan sabotase serta pengabaian aset negara dengan potensi kerugian ditaksir mencapai lebih dari 500 juta euro (sekitar Rp8,5 triliun), yang dinilai membuat Slowakia kehilangan ruang udara mandiri dan bergantung pada patroli sekutu NATO.

Sempat Ditutup Setahun Lalu

Sebelumnya, kasus ini sempat ditutup oleh pihak kepolisian pada akhir Oktober 2025 dan dinyatakan tidak mengandung unsur pidana oleh Kejaksaan Regional Bratislava pada November 2025. Jaksa Regional Bratislava Rastislav Remeta dalam konferensi pers pada Februari 2026 sempat menjelaskan bahwa alutsista berusia sekitar 40 tahun tersebut hampir tidak memiliki nilai ekonomis nyata karena dalam kondisi tidak sepenuhnya operasional serta kekurangan amunisi maupun penerbang.

Menanggapi pembukaan kembali penyelidikan oleh Jaksa Agung, mantan Menteri Pertahanan Jaroslav Naď menyatakan tetap menghormati keputusan hukum yang ada, namun meyakini penyidik di Trenčín tidak akan menemukan pelanggaran pidana karena seluruh keputusan pengiriman jet ke Ukraina saat itu diklaim telah sah dan sesuai prosedur.

Asal Mula MiG-29 Slowakia

Sejarah kepemilikan MiG-29 oleh Slowakia bermula dari pembagian aset militer pasca-pembubaran Cekoslowakia secara damai pada 1 Januari 1993. Saat itu, Slowakia menerima 10 unit jet tempur MiG-29 (9 MiG-29A dan 1 MiG-29UB) dari sisa peninggalan Angkatan Udara Cekoslowakia.

Guna memperkuat armada udara negara yang baru berdiri tersebut, Slowakia kemudian menerima tambahan 14 unit MiG-29 dari Rusia antara tahun 1993 hingga 1996 sebagai bagian dari skema pembayaran utang era Uni Soviet. Seiring berjalannya waktu, armada ini sempat menjalani modernisasi pada pertengahan 2000-an menjadi standar MiG-29AS dan MiG-29UBS agar kompatibel dengan sistem navigasi serta komunikasi NATO setelah Slowakia resmi bergabung dengan aliansi pertahanan tersebut.

Selama hampir tiga dekade masa pengabdiannya, armada Fulcrum ini dioperasikan oleh Skuadron Udara Ke-1 di Pangkalan Udara Sliač sebagai benteng utama pengawal ruang udara nasional Slowakia (QRA – Quick Reaction Alert). Selain mengemban tugas patroli kedaulatan udara dan berpartisipasi aktif dalam berbagai latihan gabungan antaranggota NATO, MiG-29 Slowakia juga kerap menjadi bintang dalam ajang pameran kedirgantaraan internasional seperti Slovak International Air Fest (SIAF).

Pengoperasian armada ini akhirnya dihentikan secara resmi pada 31 Agustus 2022 akibat krisis keterbatasan suku cadang dan kerumitan kontrak perawatan teknis dengan pihak manufaktur Rusia, sebelum seluruh sisa airframe tersebut diputuskan untuk dihibahkan ke Ukraina pada tahun berikutnya. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *