Peru Siapkan Karpet Merah untuk Penambahan F-16 Block 70 Menjadi 24 Unit
IstimewaAIRSPACE REVIEW – Kongres Republik Peru secara resmi menyetujui kredit tambahan sebesar 2,38 miliar USD (sekitar Rp43,14 triliun) guna memajukan program modernisasi Angkatan Udara Peru (FAP). Dari total anggaran tersebut, dana sebesar 347 juta USD (sekitar Rp6,29 triliun) dialokasikan khusus sebagai pembayaran awal untuk pengadaan gelombang kedua jet tempur F-16 Block 70 buatan Amerika Serikat.
Langkah ini mempercepat realisasi ambisi Peru untuk memiliki armada tangguh yang terdiri dari 24 unit jet tempur modern, sekaligus membuka jalan bagi penandatanganan kontrak lanjutan dengan produsen pesawat Lockheed Martin.
Karpet merah pengadaan pesawat tempur Peru ini dirancang secara bertahap dalam dua fase. Fase pertama mencakup 12 jet tempur yang kontraknya telah diformalkan pada April 2026 dengan nilai investasi mencapai 2,197 miliar USD (sekitar Rp39,82 triliun).
Sementara itu, fase kedua yang mencakup 12 unit pesawat tambahan diperkirakan menelan anggaran sebesar 1,654 miliar USD (sekitar Rp29,98 triliun). Anggaran pada fase kedua ini tidak hanya digunakan untuk pembelian unit pesawat, tetapi juga sudah mencakup paket persenjataan lengkap, peralatan pendukung, pelatihan personel, hingga dukungan logistik berkelanjutan.
Persenjataan Modern
Meski demikian, kredit tambahan yang disahkan oleh Kongres Peru tidak hanya difokuskan pada sektor militer semata. Paket anggaran berskala besar tersebut juga dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan vital pemerintah di bidang lain, seperti investasi infrastruktur, perbaikan fasilitas kesehatan dan pendidikan, penguatan keamanan publik, serta pendanaan khusus untuk mengantisipasi dampak fenomena cuaca ekstrem El Niño yang diproyeksikan terjadi pada periode 2026 dan 2027.
Pemilihan F-16 Viper mewakili lonjakan signifikan dalam kemampuan operasional Angkatan Udara Peru. Pesawat tempur varian tercanggih ini dibekali radar AN/APG-83 AESA yang meningkatkan kemampuan deteksi serta kesadaran situasional pilot secara drastis.
Dari sisi persenjataan, Peru merencanakan penambahan rudal canggih seperti AIM-120C-8 AMRAAM dan AIM-9X Sidewinder Block II, yang ditunjang oleh sistem peperangan elektronik serta peringatan ancaman modern. Dirakit di Greenville, South Carolina, armada baru ini didesain memiliki usia pakai hingga 12.000 jam terbang dan arsitektur sistem yang fleksibel untuk peningkatan di masa depan.
Modernisasi ini dipandang sangat mendesak mengingat armada udara Peru saat ini masih mengandalkan jet tempur berusia tua seperti MiG-29, Mirage 2000, dan Su-25. Pengoperasian berbagai jenis pesawat tersebut selama ini memicu kompleksitas tinggi pada rantai logistik pertahanan.
Dengan memborong 24 jet tempur berstandar Barat ini, Peru tidak hanya berhasil memulihkan daya gentar pertahanan udaranya, tetapi juga membangun fondasi teknologi baru untuk mendukung operasi militer negara tersebut hingga beberapa dekade mendatang. (RW)
