Bocor Foto Tanker Il-78MK-90A Rusia Berlambang PLAAF, Kontrak 20 Unit Kian Nyata?

Il-78MK-90AVia X
Il-78MK-90A

AIRSPACE REVIEW – Sebuah foto terbaru yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat tanker buatan Rusia, Il-78MK-90A, tampil dengan skema warna gelap yang tidak biasa bagi Angkatan Dirgantara Rusia. Selain bendera Rusia di dekat kokpit, terdapat lambang di bagian belakang fuselage dekat mesin yang sangat menyerupai simbol Angkatan Udara China (PLAAF).

Kebocoran foto ini semakin memperkuat indikasi bahwa kesepakatan kontrak pembelian 20 unit pesawat tanker antara China dan Rusia yang pertama kali berembus pada tahun 2023 dengan jadwal pengiriman 2027–2028 kini benar-benar terealisasi.

Meskipun potensi rekayasa gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) tetap ada, para pengamat militer menilai foto tersebut memiliki indikasi kuat keaslian. Pakar pertahanan China, Andreas Rupprecht, cenderung percaya bahwa foto tersebut nyata dan memaparkan sejumlah alasan strategis di balik langkah Beijing.

Selain berfungsi sebagai dukungan ekonomi dan geopolitik untuk menyeimbangkan defisit perdagangan dengan Rusia, pembelian ini memberi kesempatan bagi China untuk mempelajari mesin PS-90A-76 yang lebih bertenaga ketimbang mesin WS-10 lokal, mirip dengan skenario saat Tiongkok memboyong 24 unit jet tempur Su-35S pada tahun 2015 lalu.

Harga Lebih Murah

Dari segi teknis dan efisiensi biaya, pesawat tanker buatan Rusia diproyeksikan memiliki kapasitas tangki bahan bakar yang lebih besar ketimbang armada lokal China. Harganya pun jauh lebih murah, yakni sekitar 110 hingga 130 juta USD per unit jika dibandingkan dengan Y-20B buatan dalam negeri China yang mencapai 160 hingga 250 juta USD.

Beijing diperkirakan membutuhkan kapasitas pengisian bahan bakar di udara yang jauh lebih luas untuk mendukung jangkauan operasional militer mereka, termasuk potensi skenario invasi ke Taiwan. Di sisi lain, Rusia yang saat ini sangat membutuhkan pasokan komponen industri dari China memanfaatkan kesepakatan alutsista ini sebagai penyeimbang hubungan kerja sama kedua negara.

Meski demikian, efektivitas kesepakatan ini masih dibayangi keraguan atas kemampuan manufaktur Rusia yang tergolong lambat, mengingat mereka hanya mampu memproduksi kurang dari 10 airframe dalam beberapa tahun terakhir akibat beban kerja industri pertahanan domestiknya.

Namun, balutan warna gelap khas Angkatan Udara China serta atribut bendera Rusia sementara di dekat kokpit, yang lazim digunakan pada pesawat sebelum penyerahan resmi ke pemesan luar negeri, sangat selaras dengan video uji coba varian ekspor yang sempat bocor pada Agustus 2026.

Kepastian akhir dari transaksi bernilai besar ini diperkirakan baru akan terkonfirmasi penuh setelah adanya bukti citra satelit atau foto beresolusi tinggi di pangkalan udara China.

Pesawat Tanker Modern

Il-78MK-90A merupakan pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara (air-to-air refueling/AAR) modern yang dikembangkan oleh United Aircraft Corporation (UAC) Rusia berdasarkan basis pesawat angkut berat Ilyushin Il-76MD-90A.

Varian ekspor berteknologi canggih ini mengusung berbagai modernisasi signifikan, termasuk penggunaan sayap bersatu (unified wing) yang lebih kuat dan efisien, avionik kokpit kaca (glass cockpit) digital terintegrasi, serta sistem kendali penerbangan digital fly-by-wire.

Pesawat ini ditenagai oleh empat mesin turbofan PS-90A-76 yang menawarkan efisiensi bahan bakar lebih tinggi, efisiensi konsumsi energi, serta jarak jelajah yang jauh lebih memadai ketimbang varian Il-78 terdahulu yang masih menggunakan mesin D-30KP.

Sebagai platform tanker serbaguna, Il-78MK-90A dirancang mampu melakukan pengisian bahan bakar ke dua hingga tiga pesawat tempur secara bersamaan menggunakan metode probe-and-drogue melalui tiga unit UPAZ-1M refueling pods yang terpasang pada sayap dan fuselage.

Pesawat ini sanggup membawa puluhan ton bahan bakar transferrable untuk jarak jauh, sekaligus mempertahankan fleksibilitas operasionalnya sebagai pesawat kargo militer angkut berat jika tangki bahan bakar di dalam ruang kargonya dilepas. Fleksibilitas ganda, daya angkut masif, serta keandalan terbang di berbagai kondisi cuaca menjadikan Il-78MK-90A salah satu aset strategis vital untuk memperluas jangkauan tempur angkatan udara modern.

Rusia dan Negara-Negara Mitra

Sejauh ini, armada utama varian terbaru Il-78M-90A dioperasikan secara resmi oleh Angkatan Udara Rusia (VKS) sebagai tulang punggung armada tanker generasi baru mereka. Sementara itu, untuk varian Il-78 generasi klasik pendahulunya telah dioperasikan oleh sejumlah negara seperti India, Aljazair, Pakistan, dan China.

Kehadiran varian modernisasi Il-78MK-90A di pasar ekspor langsung menarik minat negara-negara pengguna setia alutsista buatan Rusia yang membutuhkan peningkatan jangkauan tempur armada udara mereka.

Di antara pasar potensial, Aljazair muncul sebagai kandidat pembeli terkuat dan paling berpeluang menjadi pengguna luar negeri pertama varian Il-78MK-90A. Negara di Afrika Utara ini aktif memodernisasi kekuatan udaranya dengan menyerap berbagai alutsista canggih Rusia, termasuk jet tempur Su-30MKA, Su-34, hingga pengadaan awal Su-57E.

Selain Aljazair dan China, beberapa negara mitra pertahanan Rusia seperti India, Venezuela, serta Indonesia juga disebut telah mengevaluasi opsi pengadaan pesawat tanker canggih ini untuk memperkuat doktrin pertahanan udara jarak jauh di wilayah operasional masing-masing. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *