Kejutan! Ethiopia Terima 12 Su-35 dari Rusia Setahun Lebih Cepat: Berikutnya Akan Borong S-400
Ethiopian PMAIRSPACE REVIEW – Pemerintah Ethiopia mengumumkan penerimaan gelombang pertama 12 unit jet tempur generasi 4++ jenis Su-35 asal Rusia. Pengiriman oleh Rusia ini tiba satu tahun lebih cepat dari jadwal yang telah disepakati dalam perjanjian kerja sama antara kedua negara.
Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, menyampaikan kabar tersebut melalui media sosial saat menghadiri KTT Rusia-Afrika ketiga di Rusia. Dalam unggahannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas percepatan penyerahan alutsista tersebut.
“Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya dengan pemerintah Rusia, hari ini kami telah menerima pengiriman 12 jet tempur pertama Su-35,” tulis Abiy Ahmed.
Perusahaan pengekspor senjata negara Rusia, Rosoboronexport, turut mengonfirmasi penyerahan tersebut. Kepala Eksekutif Rosoboronexport, Alexander Mikheyev, dalam wawancaranya dengan saluran televisi Vesti yang dilansir kantor berita TASS, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan batch pertama pesawat Su-35 ke Angkatan Udara Ethiopia.
Mikheyev juga mengungkapkan bahwa negara-negara Afrika kini menyumbang lebih dari 30 persen dari total portofolio pesanan Rosoboronexport saat ini.
Rencana Akuisisi S-400
Selain jet tempur Su-35 —yang dikenal sebagai pesawat tempur multiperan bermesin ganda untuk misi udara dan serangan darat— PM Abiy Ahmed juga mengungkapkan rencana Ethiopia untuk mengakuisisi empat baterai sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 Triumf. Namun, hingga kini pihak pemerintah belum merinci lini masa pengiriman untuk sistem rudal tersebut.
Ketertarikan Ethiopia terhadap jet tempur Su-35 pertama kali terendus publik pada Oktober 2025 lalu, menyusul kebocoran dokumen oleh kelompok peretas Black Mirror yang merilis data dari konglomerat pertahanan Rusia, Rostec.
Ethiopia sendiri memiliki sejarah panjang dalam menggunakan pesawat tempur buatan Rusia, mulai dari pengadaan Su-27 pada akhir 1990-an hingga induksi jet Su-30K.
Memanasnya Ketegangan Regional
Pengumuman penguatan alutsista ini muncul di tengah memanasnya ketegangan antara Ethiopia dan negara tetangga, Eritrea. Di sisi lain, Rusia dikabarkan telah menawarkan diri untuk memediasi dan menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara kedua negara tersebut.
Perdana Menteri Abiy menegaskan bahwa kehadiran armada militer baru ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan Ethiopia dalam menangkal agresi serta mendukung stabilitas keamanan di kawasan. (RNS)
