F-35A Pertama Mendarat, Tapi Kanada Masih Melirik Gripen E Swedia: Ini Alasannya!

F-35A pertama KanadaThe Canadian Press
F-35A pertama Kanada.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Kerajaan Kanada (RCAF) resmi memasuki babak baru dalam modernisasi pertahanan udaranya. Pada 23 Oktober 2026, dua jet tempur siluman F-35A Lightning II pertama pesanan Kanada telah mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Luke, Arizona, Amerika Serikat. Pengiriman ini menjadi langkah awal dari fase pelatihan intensif bagi para pilot dan teknisi Kanada sebelum pesawat generasi kelima tersebut ditempatkan secara resmi di tanah Kanada pada tahun 2028.

Namun, di balik serah terima bersejarah tersebut, ada dinamika menarik yang sedang berlangsung di Ottawa. Meskipun kedatangan F-35A menandai komitmen awal atas kesepakatan bernilai 27,7 miliar dolar Kanada (sekitar Rp360 triliun) yang ditandatangani pada 2023, pemerintah Kanada di bawah Perdana Menteri Mark Carney justru tidak serta-merta mengunci akuisisi penuh 88 unit pesawat dari Lockheed Martin tersebut.

Sebaliknya, Pemerintah Kanada secara terbuka sedang mengevaluasi kembali program ini dan melirik jet tempur Gripen E buatan Saab dari Swedia. Lalu, apa yang membuat Kanada tetap mempertimbangkan jet tempur Swedia di saat F-35 pertamanya sudah mendarat? Berikut alasannya, dirangkum dari berbagai sumber kredibel.

1. Fleksibilitas Operasional dan Karakter Wilayah Arktik

Saab menawarkan konsep armada campuran (two-fighter fleet), di mana Gripen E tidak bertugas menggantikan F-35A, melainkan menjadi mitra komplementer. Sementara F-35A unggul dalam kemampuan siluman dan integrasi sensor berteknologi tinggi generasi kelima, Gripen E menawarkan fleksibilitas taktis yang sangat dibutuhkan Kanada.

Gripen E dirancang khusus untuk mampu beroperasi dari pangkalan berinfrastruktur minim hingga landasan darurat di pinggir jalan. Bagi negara dengan wilayah seluas Kanada, kemampuan pengerahan pesawat secara terdistribusi ini sangat krusial, terutama untuk menjalankan misi pengawasan di kawasan Arktik yang terpencil serta mendukung operasi pertahanan ruang udara bersama Amerika Serikat melalui NORAD.

2. Tawaran Produksi Lokal dan Transfer Teknologi

Dalam proposal resminya pada 23 Oktober 2026, CEO Saab Micael Johansson menegaskan komitmennya untuk memproduksi jet tempur Gripen secara lokal di Kanada. Tawaran ini mencakup keterlibatan penuh industri pertahanan domestik, transfer teknologi, serta pembukaan lapangan kerja terampil bagi insinyur dan teknisi perawatan Kanada. Bagi Ottawa, faktor kemandirian industri dan dampak ekonomi jangka panjang ini menjadi poin krusial yang tengah ditimbang secara ketat.

3. Penghematan Biaya dan Efisiensi Fleksibilitas Armada

Meskipun F-35A menawarkan teknologi tercanggih saat ini, biaya operasional dan pemeliharaan jet tempur generasi kelima tersebut sangat tinggi. Dengan membagi armada bersama Gripen E yang memiliki biaya penerbangan dan perawatan lebih ekonomis, Kanada dapat meningkatkan jumlah pesawat yang siap siaga untuk patroli rutin tanpa harus membengkakkan anggaran pertahanan.

Tantangan di Persimpangan Jalan

Meski tawaran dari Swedia tampak menggiurkan, opsi armada ganda ini bukan tanpa tantangan. Saat ini, ekosistem industri F-35 sudah terikat kuat di Kanada, di mana lebih dari 110 perusahaan lokal telah mengantongi kontrak senilai lebih dari 5,2 miliar dolar Kanada (sekitar Rp68 triliun). Mengubah rencana pembelian berpotensi berdampak pada ikatan bisnis tersebut. Selain itu, mengoperasikan dua model jet tempur berbeda akan menambah kompleksitas logistik, rantai suku cadang, dan sistem pelatihan.

Di sisi lain, Kanada juga dikejar oleh tenggat waktu. Armada veteran CF-18 Hornet yang telah beroperasi selama puluhan tahun dijadwalkan pensiun penuh pada 2032. Pemerintah Kanada harus bergerak cepat mengambil keputusan akhir agar tidak terjadi kesenjangan kemampuan (capability gap) dalam menjaga kedaulatan udara mereka.

Hingga saat ini, tawaran manufaktur Gripen di Kanada masih berstatus sebagai proposal komersial. Keputusan akhir dari Ottawa akan menjadi penentu apakah armada udara masa depan Kanada akan sepenuhnya bergantung pada F-35A Amerika, atau justru tampil dengan kombinasi duet F-35A dan Gripen E. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *