‘Jalan-jalan’ ke wilayah Amerika Utara, Tu-142 dicegat F-22 dan CF-18

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Aktivitas patroli pesawat antikapal selam jarak jauh Tu-142 milik Angkatan Kedirgantaraan Rusia dalam beberapa hari ini cukup tinggi. Setelah melaksanakan patroli 15 jam ke wilayah Eropa Utara pada 7 Maret 2020, kini pesawat turunan Tu-95 ini ‘jalan-jalan’ ke wilayah Amerika Utara.

Tak urung kedatangan sang peronda laut ini pun mendapat ‘sambutan’ dari tuan rumah. Bila sebelumnya Tu-142 dicegat oleh jet siluman F-35A Lightning II USAF, F-16 Fighting Falcon RNoAF, dan Typhoon RAF, maka kali ini yang mencegatnya adalah F-22 Raptor (USAF) dan CF-18 Hornet (RCAF).

Dalam proses pencegatan Tu-142 pada 9 Maret 2020 itu F-22 dan CF-18 didukung oleh pesawat tanker udara KC-135 Stratotanker dan pesawat AWACS E-3 Sentry.

CF-18 dan Tu-142
NORAD

Komando Pertahanan Kedirgantaraan Amerika Utara (NORAD) dalam penjelasannya mengatakan, Tu-142 dicegat karena memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Alaska (Alaskan ADIZ).

Tu-142 terbang di luar garis pantai 12 mil teritorial Kanada. Pesawat pengintai tersebut mengarungi udara di atas perairan Zona Ekonoi Eksklusif (ZEE) dengan batas 200 mil dari garis dasar pantai Amerika Serikat maupun Kanada.

Tidak terjadi hal-hal yang menyerempet kepada adu fisik antara pesawat-pesawat beda blok ini.

Tu-142 dan F-22
NORAD

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pencegatan Tu-142 sebagai tindakan pengawalan (escort) oleh F-22 dan CF-18.

“Penerbangan pesawat Tu-142 Angkatan Laut Rusia dilakukan dengan sangat ketat mengikuti aturan internasional dalam penggunaan wilayah udara,” ujar Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia sebagaimana Airspace Review kutip dari pemberitaan TASS.

Ditambahkan, penerbangan Tu-142 pada hari senin berlangsung selama 12 jam.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *