Penampakan Baru, Kendaraan Lapis Baja BTR-82A Rusia Dilengkapi Sangkar Besi Antidrone
Via XAIRSPACE REVIEW – Beredar penampakan baru berupa sistem perlindungan antidrone yang dipasang langsung dari pabrik untuk kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) BTR-82A Rusia.
Paket perlindungan ekstra yang dikembangkan oleh Pabrik Pembuatan Mesin Arzamas ini dirancang khusus untuk meminimalisasi ancaman dari serangan drone FPV (First-Person View) serta pecahan proyektil di medan pertempuran.
Varian BTR-82A dengan proteksi penuh ini pertama kali terlihat publik saat melakoni latihan militer bersama di Belarus.
Pengembangan perlindungan tambahan ini menampilkan struktur rangka besi penahan proyektil (grille) pada bagian atas kubah senjata, badan kendaraan, hingga ruang personel.
Selain kisi-kisi besi, bagian samping dan sistem roda dilapisi dengan tirai berbahan kain-karet, serta untaian rantai yang diperkuat dengan kabel baja di sekeliling lambung kendaraan.
Pemasangan struktur ini dimaksudkan untuk menggeser titik ledakan amunisi drone sejauh kurang lebih 35 sentimeter dari lapisan baja utama panser.
Ruang Perlindungan Khusus
Selain itu, bagian atas panser juga dilengkapi ruang perlindungan khusus bagi pasukan yang menumpang di luar badan kendaraan.
Pemasangan kit perlindungan tambahan yang membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 60 jam kerja ini berdampak signifikan pada bobot serta performa operasional kendaraan.
Penambahan struktur perlindungan meningkatkan berat BTR-82A hingga 15 persen, yang berdampak pada penurunan kecepatan maksimal di jalan raya menjadi sekitar 50 km/jam dan hanya 20 km/jam di medan bergelombang.
Pemasangan pelindung ini juga membatasi jarak putar modul tempur utama panser menjadi 270 derajat dari yang sebelumnya mampu berputar penuh 360 derajat.
Sejumlah pengamat sejarah dan teknologi tank menilai desain perlindungan anyar ini masih menyimpan sejumlah kelemahan mendasar.
Bahan tirai kain-karet yang digunakan dinilai berisiko meningkatkan potensi bahaya kebakaran, sementara tingkat perlindungan untuk prajurit di atas badan panser dianggap belum optimal.
Di sisi lain, desain dasar platform BTR-80 dan BTR-82A sendiri dianggap sudah usang dengan lapisan baja utama yang relatif tipis, sehingga tetap menyulitkan panser buatan Rusia ini untuk bertahan hidup di lini depan pertempuran modern. (RNS)
