Ancaman Baru Bagi Ukraina: Drone Gerbera-2 Rusia Kini Bawa Bahan Peledak Incendiary

Drone Gerbera-2 RusiaKirill Fedorov
Drone Gerbera-2 Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Pasukan militer Rusia dilaporkan telah meningkatkan kemampuan drone terbaru mereka, Gerbera-2, dengan menyematkan hulu ledak high-explosive fragmentation dan incendiary (pembakar) berbobot hingga 10 kg.

Berdasarkan foto muatan yang dipublikasikan oleh saluran Telegram Colonel of the General Staff (Polkovnyk GSh), drone ini juga dilengkapi tangki plastik fleksibel tambahan berisi campuran bahan pembakar yang dipasang tepat di belakang hulu ledak utama.

Konfigurasi baru ini dirancang khusus untuk memicu kebakaran hebat di lokasi hantaman, yang diduga kuat ditargetkan untuk merusak infrastruktur kritis serta gudang-gudang logistik.

Gerbera-2 merupakan varian berukuran lebih besar dari keluarga drone multifungsi Gerbera Rusia yang pertama kali terdeteksi di ruang udara Ukraina pada awal Agustus 2026.

Meskipun tetap mempertahankan ciri khas desain pendahulunya, seperti sayap swept-wing, stabilisator vertikal di bagian tengah, dan mesin pendorong belakang, versi baru ini tampil dengan airframe yang jauh lebih besar, bentuk sayap yang dimodifikasi, serta stabilisator yang diperbesar.

Selain itu, drone ini mengalami peningkatan drastis pada sektor dapur pacu dengan mesin piston baru berkapasitas 275 cm³ buatan Pabrik Sepeda Motor Izhevsk, menggantikan mesin model rakitan asal Tiongkok yang digunakan pada versi sebelumnya.

Teknologi Anti-Jamming 12 Saluran

Seperti dilaporkan Militarnyi, peningkatan fisik ini memungkinkan Gerbera-2 membawa tangki bahan bakar berkapasitas hingga 63 liter, melompat jauh dari kapasitas awal yang hanya 10 liter, sehingga daya jangkau operasionalnya menjadi jauh lebih luas.

Bergantung pada jarak tempuh yang ditargetkan, drone ini sanggup mengangkut hulu ledak antara 4 hingga 10 kg.

Tak hanya itu, Gerbera-2 juga dibekali teknologi navigasi satelit anti-jamming 12-saluran Kometa, modem mesh untuk transmisi video dan perintah operator, serta kamera optik.

Menariknya, jangkauan drone ini tidak hanya mengancam Ukraina, tetapi juga telah merambah ke negara tetangga; salah satu bangkai Gerbera-2 lengkap dengan hulu ledak 4 kg dan sumbu peledaknya ditemukan terdampar di pesisir Laut Baltik dekat Rusinowo, Polandia, pada 14 September 2026. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *