Negara Pembeli Misterius Biayai Integrasi Varian Khusus Jet Tempur Siluman F-35
USAFAIRSPACE REVIEW – Sebuah negara asing yang tidak disebutkan identitasnya kembali mengucurkan dana sebesar 18,8 juta USD (sekitar Rp293 miliar) kepada Lockheed Martin untuk melanjutkan pengembangan dan integrasi sistem pada jet tempur siluman F-35.
Kontrak modifikasi ini ditujukan untuk membangun varian khusus F-35 yang disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan operasional militer negara pemesan tersebut.
Pengumuman kontrak harian Departemen Perang Amerika Serikat (U.S. DoW) mengungkapkan bahwa Amandemen P00011 terhadap kontrak utama dengan Lockheed Martin Aeronautics di Fort Worth, Texas, mencakup pekerjaan pengembangan sistem, demonstrasi, serta integrasi teknologi untuk pelanggan Foreign Military Sales (FMS).
Seluruh nilai pendanaan 18,8 juta USD tersebut ditanggung penuh oleh pembeli dan telah diikat saat penandatanganan kontrak.
Skema FMS sendiri merupakan jalur antarpemerintah yang digunakan Washington dalam penjualan alutsista ke luar negeri, di mana identitas pembeli sering kali dirahasiakan jika dinilai sensitif secara geopolitik.
Sebanyak 80 persen pengerjaan integrasi ini akan dipusatkan di fasilitas manufaktur Lockheed Martin di Fort Worth, Texas, sementara 20 persen sisanya dilaksanakan di beberapa lokasi rahasia di daratan Amerika Serikat.
Kontrak Hingga 2030
Proyek pengembangan bertahap ini dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2030 di bawah supervisi Naval Air Systems Command (NAVAIR) yang berbasis di Patuxent River, Maryland, selaku badan pengelola kontrak program F-35.
Kesepakatan terbaru ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kontrak jangka panjang yang telah berjalan selama beberapa tahun.
Sebelumnya, Angkatan Laut AS mengandalkan modifikasi kontrak senilai 53,4 juta USD pada Agustus 2022 untuk rekayasa teknis awal desain varian khusus FMS ini, yang kemudian dilanjutkan dengan tambahan dana sebesar 12,9 juta USD pada Agustus 2025.
Kontrak terbaru ini mengombinasikan skema cost-plus-incentive-fee dan firm-fixed-price untuk memastikan penyelesaian seluruh integrasi teknologi sesuai standar yang ditentukan.
Varian Khusus
Jet tempur generasi kelima F-35 diproduksi dalam tiga varian utama, yakni F-35A untuk lepas landas konvensional, F-35B untuk lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal (STOVL), serta F-35C untuk operasi di kapal induk.
Meskipun Lockheed Martin telah mendistribusikan pesawat ini ke puluhan negara sekutu, sejumlah pengguna memesan integrasi perangkat keras maupun lunak khusus, seperti sistem persenjataan nasional, avionik komunikasi, hingga sistem perang elektronik (electronic warfare).
Contoh varian khusus paling dikenal saat ini adalah F-35I Adir milik Angkatan Udara Israel, yang mengintegrasikan berbagai sistem buatan domestik ke dalam airframe F-35A.
Ketika manifes kontrak varian kustom serupa pertama kali muncul pada tahun 2021, para analis penerbangan militer memunculkan berbagai spekulasi mengenai pemesan misterius tersebut, termasuk mengarah pada negara-negara seperti Singapura yang kala itu mulai menerima pengiriman unit pertama.
Meski demikian, hingga saat ini Pentagon tetap memelihara kerahasiaan identitas pemesan utama di bawah skema kontrak ini.
Penandatanganan kontrak kustomisasi ini berlangsung di tengah tingginya laju produksi F-35, di mana Lockheed Martin berhasil mengaitkan rekor pengiriman 191 unit F-35 pada tahun 2025 serta mengamankan kontrak produksi jangka panjang Lot 20 dan Lot 21 untuk mencakup hampir 200 unit jet tempur tambahan bagi AS dan mitra internasionalnya. (RW)
