Uji Sinkronisasi Radar dan Sistem Tembak Otomatis KRI Raja Haji Fisabilillah-391
IstimewaAIRSPACE REVIEW – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) sukses menggelar uji penembakan (live-fire test) sistem persenjataan utama pada KRI Raja Haji Fisabilillah-391 di perairan Teluk Semangka, Lampung, pada 14–15 Oktober 2026.
Pengujian ini menjadi fase vital dalam skema integrasi teknologi akhir serta sertifikasi kelayakan tempur (combat readiness) bagi kapal perang berjenis Offshore Patrol Vessel (OPV) tersebut.
Dalam latihan dua hari ini, fokus utama tertuju pada evaluasi komprehensif terhadap keandalan Fire Control System (FCS) serta presisi sinkronisasi antara sensor radar dan komputer balistik kapal dengan meriam utama berkaliber 76 mm dan meriam sekunder 40 mm.
Pengujian teknologi alutsista canggih ini dirancang untuk memastikan lini pertahanan utama kapal mampu mengeksekusi penembakan terhadap sasaran permukaan maupun ancaman udara secara simultan dan presisi tinggi.
Gempuran Jarak Menengah-Jauh
Meriam kaliber 76 mm difungsikan sebagai sistem gempuran jarak menengah hingga jauh, sementara meriam 40 mm dioptimalkan sebagai pertahanan titik jarak dekat (Close-In Weapon System).
Seluruh proses integrasi perangkat keras dan lunak persenjataan ini menjadi parameter kunci sebelum KRI Raja Haji Fisabilillah-391 secara resmi dinyatakan memenuhi standar operasional tempur armada laut modern.
Mengingat daya jangkau balistik persenjataan yang diuji coba memiliki zona bahaya cukup luas, TNI AL sebelumnya menerbitkan peringatan navigasi dan menerapkan protokol exclusion zone demi keselamatan aktivitas maritim.
Masyarakat pesisir, pemandu kapal, hingga operator kelautan yang melintasi kawasan perairan Teluk Semangka diimbau untuk mematuhi zonasi latihan dan selalu memantau sistem informasi pelayaran.
Langkah sterilisasi area ini menjadi bagian tak terpisahkan dari standar operasional prosedur pengujian alutsista guna menjamin kelancaran evaluasi teknologi militer sekaligus menjaga keselamatan lalu lintas laut secara maksimal.
Buatan Dalam Negeri
KRI Raja Haji Fisabilillah-391 merupakan kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessel) buatan galangan kapal dalam negeri, PT Daya Radar Utama (DRU) di Lampung. Kapal ini dirancang khusus untuk memperkuat jajaran Armada TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah laut yurisdiksi Indonesia.
Kapal perang dengan panjang mencapai 98 meter dengan lebar 13,5 meter serta bobot perpindahan sekitar 1.800 ton ini dibangun menggunakan rancangan lambung aerodinamis berbasis teknologi stealth tingkat lanjut untuk mereduksi jejak radar (radar cross section).
KRI ini ditenagai oleh mesin diesel bertenaga tinggi yang mampu mendongkrak kecepatan maksimum hingga 28 knot.
Selain dibekali persenjataan meriam kaliber 76 mm dan 40 mm, kapal jenis OPV 90M ini juga dirancang secara fitted for but not with (FFBNW) untuk diintegrasikan dengan sistem rudal jelajah permukaan ke permukaan (surface-to-surface missile) serta peluncur rudal pertahanan udara jarak pendek.
Platform canggih ini turut dilengkapi dengan helideck dan fasilitas hanggar yang sanggup menampung helikopter kelas sedang hingga berat guna mendukung operasi helikopter berbasis kapal (shipborne helicopter operational), misi intai udara maritim, serta operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di laut lepas. (PN)
