Jet SR-71A NASA 844 Hilang dari Area Pameran Edwards AFB: Akan Dihidupkan Lagi?
NASAAIRSPACE REVIEW – Hilangnya pesawat pengintai supersonik legendaris SR-71A Blackbird bernomor ekor NASA 844 dari area pameran di Pangkalan Angkatan Udara Edwards (Edwards AFB), California, memicu spekulasi hangat di kalangan pengamat penerbangan militer.
Pesawat yang semula berada di pameran terbuka Armstrong Flight Research Center tersebut dikonfirmasi hilang dari citra satelit sejak 17 Mei 2026.
Meskipun laporan Aviation Week menyebutkan bahwa NASA 844 dipindahkan ke dalam hanggar untuk menjalani inspeksi teknis, momentum hilangnya pesawat ini menjadi sorotan tajam.
Pasalnya, hanya beberapa hari sebelum berita ini merebak, Administrator NASA Jared Isaacman secara terbuka memamerkan siluet jet supersonik yang amat mirip dengan Blackbird dalam presentasinya di All-In Summit, Los Angeles.
Sejarah Unik Jet NASA 844
Di antara 32 unit jet Blackbird yang pernah diproduksi Lockheed, NASA 844 (dengan nomor seri asli USAF 61-7980) memegang catatan sejarah paling istimewa.
Pesawat ini merupakan unit SR-71A terakhir yang keluar dari lini produksi manufaktur, sekaligus menjadi Blackbird terakhir dari varian mana pun yang pernah terbang di bumi.
Pesawat ini diserahkan ke fasilitas NASA Dryden (kini Armstrong) pada 15 Februari 1990 dan mencatatkan penerbangan perpisahannya pada 9 October 1999 saat gelaran pameran terbuka di Edwards AFB.
Selama bertugas di NASA, pesawat bermesin ganda Pratt & Whitney J58 ini berfungsi sebagai laboratorium terbang berkecepatan Mach 3,2 pada ketinggian hingga 85.000 kaki.
NASA 844 menjadi instrumen vital untuk menguji aerodinamika, struktur tahan panas, hingga mengukur karakter sonic boom.
Salah satu pengujian paling ekstrem terjadi pada 31 Oktober 1997, ketika pesawat ini dipasangi model roket linear aerospike buatan Rocketdyne dan Lockheed Martin di punggungnya untuk uji coba penerbangan eksperimental LASRE (Linear Aerospike SR-71 Experiment).
Pernyataan Isaacman dan Realita Teknis
Saat dikonfirmasi mengenai siluet mirip Blackbird yang ia tampilkan dalam pidatonya mengenai rencana pembentukan kembali armada X-Plane (pesawat eksperimental NASA), Jared Isaacman enggan memberikan rincian teknis.
“Seperti yang telah saya katakan, NASA kembali ke bisnis terbang tinggi dan cepat,” ujar Isaacman singkat, seperti dilaporkan MiGFlug (25/9).
Sementara itu, pihak resmi NASA memilih memberikan pernyataan yang lebih umum, dengan menegaskan komitmen mereka untuk mengembangkan teknologi X-Plane guna terbang lebih jauh, lebih tinggi, dan lebih cepat tanpa mengomentari secara langsung nasib NASA 844.
Di kalangan komunitas kedirgantaraan, gagasan untuk mengaktifkan kembali (return-to-flight) SR-71 kerap dianggap sebagai impian yang hampir mustahil secara matematis dan logistik.
Sebab, rantai pasok dan lini manufaktur mesin J58 telah ditutup puluhan tahun lalu. Selain itu, Ketersediaan bahan bakar spesifik JP-7 yang tidak lagi diproduksi secara massal.
Kemudian, tidak adanya lagi armada pesawat tanker penyuplai bahan bakar udara yang dimodifikasi khusus serta ketiadaan teknisi yang berpengalaman merawat airframe titanium pesawat ini. tersebut.
Antara Perawatan Korosi dan Sinyal Proyek Baru
Analisis paling rasional yang berkembang saat ini mengindikasikan bahwa NASA 844 kemungkinan besar dipindahkan ke dalam hanggar tertutup untuk survei korosi rutin, pemeriksaan struktur, atau restorasi cat.
Hal ini umum dilakukan pada alutsista koleksi museum setelah bertahun-tahun terpapar cuaca ekstrim di Gurun Mojave.
Meski demikian, fakta bahwa pesawat paling ikonik milik NASA tersebut hilang dari pandangan publik bertepatan dengan pengumuman pimpinan NASA mengenai program jet supersonik baru, tetap menjadi teka-teki paling menarik di dunia penerbangan militer saat ini. (RW)
