AIRSPACE REVIEW – Norwegia resmi memperkuat eksistensinya di kancah pertahanan global dengan menandatangani Piagam Global Combat Ship User Group (GCS) di Halifax, Kanada, pada 27 April 2026.
Melalui kesepakatan ini, Norwegia bergabung dengan Inggris, Kanada, dan Australia dalam aliansi strategis untuk mengoordinasikan pengembangan, produksi, hingga operasional jangka panjang kapal tempur permukaan yang berbasis pada desain fregat Type 26 rancangan BAE Systems.
Secara keseluruhan, program ambisius ini mencakup pembangunan 34 kapal yang didistribusikan secara proporsional, yakni delapan unit kelas City untuk Inggris, 15 unit kelas River untuk Kanada, enam unit kelas Hunter untuk Australia, dan lima unit Type 26 khusus untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Norwegia.
Langkah pengadaan senilai sekitar £10 miliar ini sebelumnya telah diumumkan pada tahun 2025 sebagai bagian dari rencana modernisasi armada fregat masa depan Norwegia.
Kehadiran lima kapal Type 26 tersebut nantinya akan melengkapi peran lima fregat kelas Fridtjof Nansen yang sudah bertugas sejak 2018, sekaligus menyelaraskan struktur kekuatan maritim Norwegia dengan sekutu di kawasan strategis Atlantik Utara dan Arktik.
Proses pengoperasian armada GCS ini akan dilakukan secara bertahap, di mana Inggris menargetkan unit pertamanya siap pada 2027–2028, disusul Norwegia pada 2029, sementara Kanada dan Australia memproyeksikan pengiriman awal pada awal dekade 2030-an.
Meskipun setiap negara mengintegrasikan sistem tempur dan konfigurasi misi yang berbeda sesuai kebutuhan spesifik —baik untuk varian Anti-Submarine, Anti-Air, maupun General Purpose— desain lambung kapal tetap dipertahankan seragam demi efisiensi produksi.
BAE Systems bertindak sebagai otoritas desain pusat untuk memastikan konsistensi struktural pada geometri lambung, arsitektur propulsi, hingga antarmuka integrasi sistem inti.
Di sisi lain, pekerjaan konstruksi dilakukan secara terdistribusi di tiga galangan nasional, yakni Govan dan Scotstoun di Inggris, Irving Shipbuilding di Kanada, serta Osborne Naval Shipyard di Australia, guna menjaga kapasitas industri pertahanan masing-masing negara sembari mengoordinasikan standar rantai pasokan global.
Dari sisi teknis, fregat Type 26 ini merupakan platform tempur yang tangguh dengan bobot standar 7.000 ton dan mencapai 8.000 ton saat muatan penuh, serta memiliki dimensi panjang 150 m dan lebar 20 m.
Untuk urusan performa, kapal ini mengandalkan sistem propulsi CODLOG yang menggabungkan satu mesin turbin gas Rolls-Royce MT30 dengan empat mesin diesel MTU Type 20V 4000 M53B.
Konfigurasi mesin tersebut mampu mendorong kapal hingga kecepatan maksimal 26 knot dengan radius operasional yang impresif mencapai 7.000 mil laut, menjadikannya salah satu kapal tempur permukaan paling mumpuni di kelasnya. (RBS)

