Disetujui Airbus dan Boeing, Teknologi Vakum A1X Bikin Perawatan Pesawat Lebih Cepat dan Aman

MSA Safety luncurkan jangkar vakum WinGrip A1XMSA Safety
MSA Safety luncurkan jangkar vakum WinGrip A1X.

AIRSPACE REVIEW – Produsen peralatan keselamatan kerja, MSA Safety dari Amerika Serikat, resmi meluncurkan jangkar vakum WinGrip A1X dalam ajang MRO APAC 2026 yang berlangsung di Singapore EXPO pada 22–24 September.

Perangkat ini dikembangkan sebagai generasi penerus dari sistem All-In-One (AIO) WinGrip untuk menunjang keselamatan teknisi saat melakukan pemeliharaan pada bagian sayap dan badan pesawat.

Alat ini ditempelkan di atas permukaan sayap atau badan pesawat dengan fungsi sebagai titik tumpuan/pengait tali pengaman (safety harness).

Perusahaan mengatakan, jangkar vakum A1X bekerja menggunakan sistem pneumatik non-invasif yang menempel pada permukaan pesawat tanpa risiko merusak struktur komposit maupun logam.

Mengingat pengoperasiannya tidak menggunakan komponen elektronik, alat ini tidak menimbulkan risiko percikan api (ignition-proof) sehingga aman digunakan di area sensitif uap bahan bakar, seperti saat proses pengisian bahan bakar (refueling).

Lebih Ringan dan Kompak

Secara teknis, A1X mengalami pemangkasan bobot sebesar 35 persen menjadi 7 kg dan pengurangan diameter bantalan menjadi 350 mm.

Pembaruan pada sistem penyaluran udara memungkinkan efisiensi frekuensi pemindahan posisi jangkar hingga dua kali lipat dari satu silinder tunggal.

Hal tersebut dirancang untuk mempercepat alur kerja pemeliharaan rutin, khususnya pada prosedur A & B checks yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Pengurangan ukuran fisik alat ini turut memperluas kompatibilitas penggunaan ke segmen pesawat berukuran lebih kecil, termasuk jet bisnis dan penerbangan privat.

Persetujuan Penggunaan

Keandalan teknologi A1X ini telah mengantongi persetujuan resmi dari pabrikan pesawat utama dunia, termasuk Airbus dan Boeing.

Persetujuan ini memberikan kepastian penuh bagi maskapai dan tim pemeliharaan untuk menerapkan perangkat tersebut sebagai prosedur standar keselamatan operasional mereka.

Pengembangan WinGrip A1X dilakukan berlandaskan masukan langsung dari para kru pemeliharaan di lapangan guna mengatasi hambatan praktis penggunaan alat pelindung jatuh.

Kemandirian sistem yang terintegrasi penuh dalam silinder udara bawaan membuat alat ini dapat dioperasikan secara fleksibel di dalam hangar, area apron, hingga lokasi terpencil tanpa bergantung pada pasokan udara luar atau infrastruktur tetap.

Presiden APAC MSA Safety, Vitor Kiem, menegaskan bahwa fokus utama pengembangan perangkat ini adalah menghilangkan kerumitan teknis yang sering membatasi penerapan standar keselamatan kerja.

Langkah tersebut diambil agar teknisi dapat dengan mudah memakai perlengkapan keselamatan di setiap lini operasi tanpa mengorbankan ketepatan waktu pemeliharaan.

“Perangkat ini kami kembangkan dari masukan para teknisi yang menggunakan WinGrip setiap hari. Kami paham, sehebat apa pun alat keselamatan, tidak akan ada gunanya jika tidak dipakai. Karena itu, kami berfokus menghilangkan segala kerepotan agar teknisi bisa menggunakannya dengan mudah,” ujar Kiem.

Ditambahkan bahwa di industri penerbangan yang serba cepat dan ketat waktu, A1X hadir menetapkan standar baru untuk keselamatan kerja di atas pesawat. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *