Rusia Pamerkan Alutsista Modern di AAD 2026: Dorong Transfer Teknologi dan Produksi Lokal
ROEAIRSPACE REVIEW – Rusia melalui JSC ROSOBORONEXPORT, bagian dari Rostec State Corporation, menampilkan jajaran persenjataan modern Rusia dalam pameran Africa Aerospace and Defence (AAD) 2026.
Ajang internasional yang berlangsung pada 16–20 September 2026 di Pangkalan Angkatan Udara Waterkloof, Centurion, Pretoria, Afrika Selatan ini menjadi panggung utama bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama militer dan teknis di kawasan Afrika.
Bertindak sebagai penyelenggara tunggal paviliun Rusia, ROSOBORONEXPORT memboyong berbagai produk pertahanan terkemuka dari produsen-produsen utama Rusia untuk seluruh matra angkatan bersenjata.
Direktur Jenderal ROSOBORONEXPORT, Alexander Mikheev, menegaskan Afrika sebagai salah satu wilayah paling menjanjikan bagi pengembangan kerja sama teknis-militer.
Menurutnya, Rusia siap membantu negara-negara di benua tersebut untuk memperkuat kapabilitas pertahanan sekaligus menghadapi berbagai ancaman keamanan modern secara efektif.
Selain menawarkan persenjataan mutakhir, Rusia juga aktif mengembangkan proyek kerja sama teknologi guna mendorong pertumbuhan dan modernisasi industri nasional mitra mereka di Afrika.
20 Proyek Alutsista dan Teknologi
Saat ini, pihaknya tengah menjalankan dan mempersiapkan lebih dari 20 proyek yang mencakup pemeliharaan, perbaikan, hingga transfer teknologi dan produksi lokal alutsista untuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Pertahanan Udara.
Dalam segmen wahana tanpa awak dan amunisi loitering, ROSOBORONEXPORT memamerkan sistem Lancet-E yang telah ditingkatkan, sistem pengintai Skat-350M yang dipadukan dengan amunisi KUB-2E buatan Kalashnikov Group, serta sistem serang-pengintai RUS-PE.
Selain teknologi nirawak, pameran ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi persenjataan ringan dan senjata tempur jarak dekat Rusia.
Berbagai varian senapan serbu Kalashnikov seperti AK-19, AK-203, AK-204, dan AK-15 turut dipajang, berdampingan dengan submachine gun PPK-20, pistol Lebedev, serta senapan penembak jitu Chukavin SVCh.
Seluruh persenjataan tersebut didukung oleh perlengkapan pelengkap berupa keker termal Atlas, Phobos, Deimos, dan clip-on termal Titan.
RPG-29M
Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah kemunculan perdana peluncur granat RPG-29M di benua Afrika.
Hasil modernisasi oleh Rostec berdasarkan pengalaman tempur terbaru ini berhasil memangkas bobot peluncur hingga tiga kali lebih ringan, serta dilengkapi keker termal siang/malam yang terintegrasi dengan sistem kendali tembak dan pilihan amunisi yang lebih bervariasi.
Sementara itu untuk kebutuhan angkatan udara, ROSOBORONEXPORT memperlihatkan helikopter angkut dan serang Mi-171Sh serta Mi-28NE, ditambah jet latih tempur Yak-130 yang dikembangkan oleh United Aircraft Corporation (UAC).
Untuk matra laut dan penegak hukum, kapal cepat angkut dan pendarat BK-16E dihadirkan guna mendukung operasi khusus di wilayah pesisir.
Kapal ini dirancang serbaguna untuk menjalankan peran pos komando, bantuan tembakan, pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga evakuasi medis, dengan opsi persenjataan senapan mesin kaliber 12,7 mm dan 7,62 mm, peluncur granat, serta modul senjata jarak jauh (RCWS).
Di luar alutsista tempur, ROSOBORONEXPORT juga membawa jajaran perangkat keamanan modern yang mampu mendeteksi bahan peledak, zat kimia berbahaya, agen biologis, hingga narkotika.
Sebagai bagian dari program bisnis AAD 2026, ROSOBORONEXPORT dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan dan negosiasi intensif dengan perwakilan angkatan bersenjata serta lembaga keamanan dari berbagai negara Afrika.
Langkah ini diambil untuk terus mempererat hubungan dengan industri pertahanan lokal serta memperluas kemitraan teknologi di seluruh kawasan. (AF)
