Gandeng Rusia, Belarus Belarus Kembangkan Industri Perakitan Utuh Jet Su-25

Jet serang darat Su-25 RusiaWikimedia
Jet serang darat Su-25 Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Belarus terus memperkuat kapasitas industri kedirgantaraannya melalui kerja sama strategis dengan Rusia untuk mengembangkan fasilitas perakitan utuh (final assembly) jet serang Sukhoi Su-25 (NATO: Frogfoot)

Laporan investigasi BELPOL mengungkapkan proyek ini didukung oleh perluasan kapasitas produksi secara signifikan di Pabrik Perbaikan Penerbangan ke-558 (558 ARP) yang berlokasi di Baranovichi.

Berdasarkan data Komite Industri Militer Negara Belarus, fasilitas produksi baru dengan luas area melebihi 20.000 meter persegi telah selesai dibangun.

Fasilitas tersebut disiapkan khusus untuk memproduksi komponen sekaligus menjadi area perakitan utama pesawat.

Juga Memproduksi Komponen Su-30 dan Pesawat Lainnya

Memasuki September 2026, pabrik 558 ARP mengonfirmasi telah memegang lebih dari 70 kontrak dengan 18 perusahaan untuk manufaktur suku cadang berbagai jenis pesawat.

Selain Su-25, pabrik ini juga memproduksi komponen untuk jet tempur Su-27, Su-30, MiG-29, hingga pesawat angkut komersial dan militer seperti Tu-214 dan Il-76MD-90A.

Pengembangan fasilitas perakitan ini menjadi langkah krusial bagi Belarus untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan utuh dari luar negeri, sekaligus meningkatkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

Dengan menguasai rantai pasok komponen hingga tahap perakitan akhir, Minsk memproyeksikan efisiensi biaya yang signifikan serta percepatan waktu perawatan dan pengerjaan armada tempurnya.

Selain itu, keberhasilan proyek perakitan Su-25 ini diperkirakan bakal membuka jalan bagi penguatan integrasi militer dan ekonomi yang lebih dalam antara Belarus dan Rusia.

Jamin Keberlanjutan Operasional

Di tengah dinamika geopolitik regional yang kian dinamis, hadirnya lini produksi Su-25 lokal dipandang mampu menjamin keberlanjutan operasional udara kedua negara dalam jangka panjang.

Inisiatif lokalisasi Su-25 ini merupakan tindak lanjut dari komitmen politik antara Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak awal 2023.

Pihak Moskow telah menyerahkan dokumentasi teknis yang dibutuhkan agar Minsk dapat bertransformasi dari sekadar penyedia komponen menjadi produsen perakit pesawat utuh.

Secara historis, produksi serial Su-25 sempat terhenti pascaruntuhnya Uni Soviet, di mana pabrik utamanya terbagi di Tbilisi (Georgia) dan Ulan-Ude (Rusia).

Melalui proyek perakitan utuh ini, Belarus dan Rusia berupaya membangkitkan kembali lini manufaktur Su-25 guna memperkuat armada udara kedua negara. (AF)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *