Usung Desain Tanpa Ekor, Lockheed Martin Targetkan Drone Otonom Vectis Mengudara 2027
Skunk WorksAIRSPACE REVIEW – Divisi pengembangan proyek rahasia Lockheed Martin, Skunk Works, mengatakan prototipe drone otonom terbarunya, Vectis, dijadwalkan mengudara perdana pada akhir tahun 2027.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Vice President dan General Manager Skunk Works, Ron Fehlen. Diungkapkan bahwa pihaknya bahkan telah memulai proses pembuatan empat unit tambahan drone Vectis untuk mempercepat pengujian dan mematangkan persiapan produksi massal.
Vectis dirancang sebagai pesawat nirawak kategori Group 5 atau Collaborative Combat Aircraft (CCA) dengan bobot di atas 600 kg dan beroperasi di ketinggian melebihi 18.000 kaki.
Drone tersebut memiliki panjang sekitar 10,3 meter dan rentang sayap 11,5 meter.
Multi-Domain Combat System
Secara aerodinamis, Vectis mengusung desain sayap lambda tanpa ekor (tail-less) yang berfungsi meminimalkan hambatan udara (drag) serta memaksimalkan jarak jelajah.
Selain itu, lubang asupan udara (inlet) ditempatkan di bagian atas badan pesawat (dorsal side) untuk menekan risiko tersedotnya serpihan material asing saat beroperasi di landasan darurat.
Dalam operasionalnya, Vectis dibekali kemampuan otonom berbasis platform kendali MDCX (Multi-Domain Combat System) dan dirancang sanggup mengemban berbagai jenis misi.
Drone ini mampu membawa persenjataan di dalam ruang internal (internal bay) serta dapat dikendalikan dari stasiun darat maupun beroperasi sebagai wingman pendamping jet tempur berawak melalui antarmuka layar sentuh.
Proses Desain Serba Digital
Guna menekan biaya produksi dan mempercepat manufaktur, Skunk Works memanfaatkan proses desain serba digital serta metode perakitan presisi minimal tooling determinate assembly.
Metode ini secara signifikan mengurangi jumlah suku cadang yang dibutuhkan sekaligus memangkas jam kerja teknisi di pabrik.
Pengembangan algoritma otonom pada Vectis juga mengadopsi hasil uji coba eksperimental pesawat X-62 VISTA yang sebelumnya sukses melakukan 27 kali intersepsi berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap jet T-38 Talon.
Lockheed Martin membidik pasar yang luas untuk platform ini, mencakup Angkatan Udara AS (USAF), Angkatan Laut AS (US Navy), hingga mitra sekutu internasional. (RW)
