Perkuat Daya Gempur, Jet Gripen Ukraina Bakal Dipersenjatai Bom Hammer Prancis

Bom AASM Hammer.Wikimedia
Bom AASM Hammer.

AIRSPACE REVIEW – Bom udara berpemandu presisi buatan Prancis, AASM Hammer, kini tengah diintegrasikan ke jet tempur Saab Gripen yang dialokasikan untuk Ukraina.

Laporan dari French Aid to Europe mengungkapkan proses integrasi teknis ini dilakukan secara kolaboratif oleh produsen pesawat asal Swedia, Saab, bersama manufaktur bom Prancis, Safran.

Langkah ini bertujuan agar jet tempur Swedia tersebut dapat langsung mengeksekusi amunisi presisi yang telah teruji dan akrab digunakan oleh Angkatan Udara Ukraina.

Integrasi ini mencakup penyelarasan sistem manajemen senjata, antarmuka transfer data target, serta kompatibilitas fisik pada pylon gantungan senjata pesawat.

Modul Pemandu dan Pendorong Roket

Sistem AASM Hammer merupakan perlengkapan modul pemandu dan pendorong roket yang dapat mengubah bom bebas-jatuh standar (Mk.82/83/84) menjadi amunisi presisi berdaya jangkau lebih dari 70 kilometer.

Modul pemandu AASM Hammer menawarkan fleksibilitas tinggi berkat penggunaan kombinasi navigasi inersia (INS) dan GPS, serta opsi pemandu pencari inframerah maupun laser untuk menghantam sasaran bergerak dengan akurasi maksimal.

Kehadiran motor roket padat pada bom ini memberikan dorongan ekstra, memungkinkan pesawat melepaskan amunisi dari jarak aman tanpa harus memasuki area jangkauan sistem pertahanan udara musuh.

Sebelumnya, Ukraina telah sukses memodifikasi dan mengoperasikan bom Hammer pada armada jet tempur legendaris buatan Soviet seperti MiG-29 dan Su-25.

Pengalaman operasional tersebut membuktikan efektivitas bom Prancis ini dalam menembus titik-titik pertahanan penting di medan pertempuran.

Komitmen Ukraina Membeli Jet Gripen

Langkah pengintegrasian amunisi ini beriringan dengan komitmen bantuan armada udara dari Swedia, termasuk hibah 16 unit Gripen C/D serta kontrak pengadaan varian terbaru Gripen E.

Kehadiran bom Hammer dipastikan bakal mendongkrak kapabilitas serangan darat Gripen secara signifikan saat resmi disiagakan kelak.

Selain itu, Ukraina dan Saab tengah berada dalam tahap negosiasi tingkat lanjut untuk kesepakatan jangka panjang mencakup potensi pengadaan hingga 150 unit Gripen serta rencana lokalisasi produksinya.

Paralel dengan persiapan alutsista, para pilot dan teknisi Ukraina saat ini juga terus menjalani pelatihan intensif di Swedia guna menguasai operasional pesawat tempur modern tersebut. (ON)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *