Sanggup Terbang 8 Hari Tanpa Henti, Drone Rahasia MQ-22 AS Terlacak Muncul di Yordania

Drone MQ-22 Swift milik ASPlatform Aerospace
Drone MQ-22 Swift milik AS.

AIRSPACE REVIEW – Drone rahasia MQ-22 milik Amerika Serikat yang sanggup terbang delapan hari tanpa henti terlacak muncul di pangkalan udara Yordania.

Penampakan pertama drone pengintai buatan Platform Aerospace berjuluk “Vanilla” tersebut terungkap melalui data pelacakan penerbangan OSINT pada 13 September 2026.

Pesawat nirawak berkode resmi MQ-22 Swift ini diketahui lepas landas dari pangkalan militer Yordania yang digunakan oleh pasukan AS.

Dapat Dilepaskan dari Kendaraan yang Melaju

MQ-22 Swift adalah pesawat nirawak Grup 3 yang dibangun untuk daya tahan lama di udara dari pada mengutamakan kecepatan terbangnya.

Platform Aerospace mengatakan MQ-22 pernah mencetak rekor daya tahan pada Oktober 2021, dengan penerbangan berrlangsung selama delapan hari.

Tergantung pada konfigurasinya, drone ini dapat membawa muatan hingga 150 pon untuk misi beberapa hari (kurang dari seminggu) atau muatan sensor yang lebih ringan untuk penerbangan bahkan hampir dua minggu.

Selain dapat diluncurkan dari rel, drone juga dapat mengudara dengan melepaskannya dari atas kendaraan yang melaju kencang.

Pangkalan Barat di Yordania

Drone dengan nomor registrasi N622VU itu terlacak lepas landas dari Pangkalan Udara Pangeran Hassan, juga dikenal sebagai H-5, dekat kota Safawi di Mafraq, Yordania, wilayah perbatasan dengan Suriah dan Irak.

Pangkalan tersebut milik Angkatan Udara Kerajaan Yordania, tetapi pasukan AS dan sekutunya, termasuk Prancis dan Inggris dapat menggunakannya.

Pasukan Barat telah menggunakannya selama bertahun-tahun berdasarkan pengaturan pertahanan bilateral, termasuk perjanjian kerja sama pertahanan AS-Yordania tahun 2021 yang secara resmi mencantumkan lokasi-lokasi di Yordania yang tersedia untuk akses militer AS.

Pangkalan tersebut kembali menarik perhatian pada Juli 2026, ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah menyerang Pangkalan Pangeran Hassan dengan rudal balistik dan drone kamikaze sebagai bagian dari tanggapannya terhadap serangan AS dan Israel terhadap Iran. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *