Dongkrak Thrust dan Efisiensi Jet Su-30MKI, Rusia Sodorkan Mesin Izdeliye 177S ke India

Su-30MKIReddit
Jet tempur Su-30MKI Angkatan Udara India.

AIRSPACE REVIEW – Dalam kunjungan diplomatik Presiden Vladimir Putin ke New Delhi terkait KTT BRICS, Rusia menyodorkan paket kerja sama pertahanan komprehensif kepada India, mencakup penawaran mesin canggih Izdeliye 177S untuk memodernisasi armada jet tempur Su-30MKI Angkatan Udara India (IAF).

Proposal ini hadir di saat yang krusial ketika India sedang menggarap program modernisasi “Super Sukhoi” senilai 11 miliar USD (sekitar Rp175 triliun) guna memperbarui secara menyeluruh hampir 260 unit jet tempur utamanya, dengan tahap pertama menyasar 84 pesawat.

Saat ini armada Su-30MKI India mengandalkan mesin AL-31FP dengan gaya dorong (thrust) 12,5 ton yang diproduksi di bawah lisensi oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL).

Mesin Izdeliye 177S menawarkan lompatan kemampuan signifikan dengan thrust maksimum hingga 14,5 ton yang mampu meningkatkan performa kinematik pesawat secara drastis saat bermanuver di udara.

Selain menghasilkan kekuatan lebih besar, mesin baru ini diklaim lebih hemat bahan bakar sekitar 7 persen pada semua moda penerbangan serta memiliki masa pakai operasional yang lebih panjang hingga 6.000 jam terbang.

Tidak Perlu Modifikasi Struktur Pesawat

Pengadopsian Izdeliye 177S juga sangat efisien karena dirancang sebagai mesin pengganti langsung yang memiliki dimensi fisik serta bobot serupa dengan AL-31FP, sehingga IAF tidak perlu melakukan modifikasi struktur badan pesawat yang mahal dan rumit.

Keputusan akuisisi ini nantinya akan bergantung pada evaluasi teknis, negosiasi harga, serta kesediaan Moskow melakukan transfer teknologi agar HAL dapat memproduksi mesin tersebut secara lokal di India.

Langkah ini sejalan dengan visi modernisasi Super Sukhoi yang berfokus pada kemandirian industri dalam negeri, termasuk rencana integrasi radar AESA buatan lokal Virupaksha untuk menggantikan sistem elektronik lama Rusia.

Pererat Hubungan Pertahanan

Penawaran mesin 177S menjadi bagian dari strategi Moskow untuk mempererat hubungan pertahanan, di mana Rusia juga kembali mendorong rencana produksi bersama jet tempur siluman generasi kelima Su-57 di India.

Moskow memasarkan Su-57 sebagai solusi siap pakai untuk mengisi kekosongan jet tempur stealth IAF sembari menunggu pengembangan jet tempur independen India, Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA), yang penerbangan perdananya baru dijadwalkan pada 2029–2030.

Delegasi Rusia juga menawarkan pembentukan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) khusus di India untuk sistem pertahanan udara S-400 Triumf guna menjamin kesiapan logistik dan operasional.

Paket proposal tersebut turut mencakup diskusi pasokan sistem pertahanan udara generasi baru S-500 serta rencana akuisisi sekitar 300 unit rudal jelajah udara-ke-udara jarak jauh R-37M. (AF)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *