Sama-sama punya F-16, Yunani bersiap hadapi agresivitas Turki

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Selama berabad-abad hubungan antara Turki dan Yunani selalu memburuk. Berulang kali konfrontasi militer terjadi di atas Siprus maupun di Laut Aegea di antara kedua negara anggota NATO tersebut.

Belum lama ini Menteri Pertahanan Yunani, Nikos Panagiotopoulos, telah mengumumkan bahwa negaranya bersiap menghadapi agresivitas Turki yang dinilainya semakin menjadi-jadi. Terutama berkaitan dengan sengketa diplomatik yang sedang berlangsung mengenai hak pengeboran di Mediaterania Timur.

Yunani pun tak menepis kemungkinan menghadapi konflik militer dengan menyiapkan semua kekuatannya.

“Kami tidak ingin ini terjadi. Kami juga menjelaskan ke semua pihak bahwa kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan hak-hak kedaulatan kami sejauh mungkin, jika Anda paham maksud saya,” ujar Panagiotopoulos seperti diberitakan Sputnik (5/6).

Menteri Pertahanan Yunani mengeluarkan pernyataannya itu beberapa jam setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan konferensi pers di Ankara.

Erdogan menyatakan kesepakatannya dengan Kepala Pemerintahan Kesepakatan Nasional yang juga Perdana Menteri Libia, Fayez Al-Sarraj.

Presiden Turki itu mengumumkan bahwa Ankara dan Tripoli akan melanjutkan eksplorasi pengeboran minyak di wilayah maritim yang merupakan bagian dari rak benua Yunani.

F-16C Hellenic Air Force
Hellenic Air Force

Menilik kekuatan angkatan udara kedua negara, Turki dan Yunani sama-sama mengandalkan  armada jet tempur F-16C/D, Mirage 2000, dan F-4 Phantom II.

Turki sudah lebih dulu memiliki F-35, namun program pembelian ini kemudian dibatalkan oleh Washington sebagai sanksi atas pembelian S-400 Triumf oleh Ankara dari Moskow.

Sementara Yunani, pada awal tahun ini diberitakan akan melakukan pembelian 24 F-35 senilai 3 miliar dolar AS selain peningkatan kemampuan armada F-16.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *