Kunjungi Kanada, Zelensky Tinjau Langsung Pelatihan Pilot F-16 dan Gripen Ukraina
Via XAIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meninjau langsung program pelatihan penerbang tempur generasi baru Ukraina di Sekolah Pelatihan Pilot Militer Internasional di North Bay, Ontario, Kanada.
Kunjungan yang berlangsung pada pertengahan September 2026 ini menyoroti persiapan 21 personel militer Ukraina yang tengah menjalani latihan tingkat lanjut untuk menguasai jet tempur Barat seperti F-16 Fighting Falcon dan Saab Gripen.
Para kadet Ukraina menunjukkan kemampuan mereka melalui penerbangan demonstrasi menggunakan empat pesawat latih L-39 saat menyambut kedatangan Zelensky di pusat pelatihan tersebut.
Program Transisi Sejak April 2025
Selain melihat langsung simulasi penerbangan dan fasilitas perawatan pesawat, Zelensky menegaskan bahwa modernisasi angkatan udara tidak hanya membutuhkan pasokan armada jet tempur, tetapi juga kesiapan pilot yang terlatih dan berdoktrin Barat.
Para personel militer Ukraina tersebut telah berada di North Bay sejak April 2025 untuk menjembatani transisi doktrin terbang dari pesawat era Soviet menuju standar operasional NATO.
Pelatihan awal dan menengah ini mencakup penyesuaian sistem misi, avionik modern, manajemen persenjataan, hingga konsep pertempuran berbasis jaringan (network-centric warfare).
Kanada memegang peran kunci dalam program ini dengan memimpin fase Fighter Lead-In Training di bawah Koalisi Kemampuan Angkatan Udara untuk Ukraina.
Anggaran Rp4,4 Triliun
Pemerintah Kanada mengalokasikan dana hingga 389 juta dolar Kanada (sekitar Rp4,4 triliun) yang mencakup penyediaan instruktur, pelatihan bahasa teknis, hingga pengadaan empat unit simulator F-16 buatan CAE.
Langkah ini menjadi krusial seiring rencana Ukraina yang tidak hanya mengandalkan F-16, tetapi juga bersiap mengoperasikan jet tempur Gripen asal Swedia.
Pada Mei 2026, Kyiv dan Stockholm menyepakati rencana awal akuisisi hingga 20 unit Gripen E/F baru serta potensi transfer 16 unit Gripen C/D bekas Angkatan Udara Swedia.
Baca di Sini: Saab sepakati kontrak Rp42,5 triliun untuk pasok 16 jet tempur Gripen E ke Ukraina
Karakteristik Gripen yang mampu beroperasi dari landasan darurat di jalan raya sangat cocok dengan strategi pertahanan Ukraina untuk menghindari serangan rudal dan drone Rusia.
Meski integrasi dua jenis jet tempur Barat akan meningkatkan kompleksitas logistik dan perawatan, persiapan sumber daya manusia di Kanada ini memastikan Ukraina tidak kekurangan pilot saat armada pesawat baru mendarat di tanah air mereka. (RW)
