Direstui Sejak 2020, Proyek Jet Tempur Generasi Keenam Rusia MiG-41 Sudah Sampai Mana?

Desain MiG 7.01 tahun 1980-an calon pengganti MiG-31Istimewa
Desain MiG 7.01 tahun 1980-an calon pengganti MiG-31.

AIRSPACE REVIEW – Dikenal sebagai perancang jet tempur unggulan era Uni Soviet, Biro Desain Mikoyan-Gurevich (MiG) pernah melahirkan MiG-15 hingga MiG-31. Pesawat ini diproduksi hingga ribuan dan digunakan oleh banyak Angkatan Udara di dunia.

Pascaruntuhnya Uni Soviet pada Desember 1991, dan diteruskan oleh Rusia, tak banyak proyek yang ditangani oleh MiG.

Dua proyeknya di tahun 2000-an adalah jet tempur nirawak (UCAV) Skat dan jet tempur multi peran MiG-35 yang dikembangkan berdasarkan MiG-29, namun keduanya dianggap tak berhasil.

Selanjutnya pada 2013-2014 Biro MiG dipercaya oleh Kementerian Pertahanan Rusia untuk mengembangkan jet tempur buru sergap baru sebagai penerus MiG-31.

Namun proyek yang dikenal secara resmi sebagai PAK DP (Perspektivny Aviatsionny Kompleks Dal’nego Perekhvata atau Prospective Air Complex for Long-Range Interception) tersebut baru diumumkan secara resmi pada 2018.

Desain awal PAK DP sendiri dilaporkan telah diselesaikan pada akhir tahun 2019, dan pada tahun 2020 Kementerian Pertahanan Rusia telah memberikan lampu hijau untuk dilanjutkan.

Pada Januari 2021, Rostec Corporation, pemilik Mikoyan, mengumumkan bahwa PAK DP telah memasuki tahap pembangunan.

Dijuluki MiG-41

Pesawat ini sering disebut sebagai MiG-41, karena kode proyeknya adalah Iizdeliye 41 (produk 41), tetapi belum ada sebutan resmi yang diberikan, karena pesawat Rusia hanya menerima sebutan resmi ketika akan memasuki masa operasional.

Ilya Tarasenko, direktur jenderal perusahaan MiG, sekaligus kepala perusahaan Sukhoi, mengatakan dalam sebuah wawancara pada Juli 2020 bahwa PAK DP akan dibuat berdasarkan desain MiG-31. Pesawat ditargetkan siap beroperasi pada pertengahan tahun 2030-an.

Berdasarkan sumber Rusia, pengembangan MiG-41 ini akan memanfaatkan proyek lama yang dikenal sebagai MiG 7.01 atau Izdeliye 7.01 yang telah dimulai pada 1980-an di era Uni Soviet, sebagai calon pengganti MiG-31.

Baca di Sini: Rusia resmi luncurkan pengembangan PAK DP (MiG-41) pengganti MiG-31

MiG-41 dirancang untuk menjadi pesawat antipengebom, AEW&C, dan pencegat rudal hipersonik.

Salah satu senjata baru yang akan dibawanya adalah sistem rudal pencegat jarak jauh multifungsi (MPKR DP) yang akan melepaskan beberapa sub-rudal untuk meningkatkan peluang mencegat senjata hipersonik. Pesawat juga dimaksudkan untuk membawa rudal antisatelit.

Kecepatan 4 Mach

Salah satu kehebatan MiG-41 adalah kemampuan terbangnya hingga 4 Mach, menggunakan varian mesin Izdeliye 30 yang saat ini sedang dikembangkan untuk Su-57. Sebagai perbandingan, kecepatan maksimum MiG-31 hanya mencapai 2,8 Mach.

Pesawat juga mampu beroperasi di ketinggian yang sangat tinggi dan bahkan didekat ruang angkasa. Terbang pada ketinggian antara stratopause dan tropopause , yaitu di bawah 45.000 m dan di atas 12.000 m. Sementara MiG-31 hanya sanggup terbang maksimum di ketinggian 25.000 m.

Namun demikian, sebagian besar pengamat militer meragukan apakah pesawat ini sudah dibuat prototipenya, karena membutuhkan pendanaan yang sangat besar, sementara saat ini Rusia masih disibukkan perang berkepanjangan dengan Ukraina. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *