Tinggalkan Kontrol Manual FPV, Drone Kamikaze TASACK Polandia Cukup Klik Target di Layar

Drone FPV TASACK buatan PolandiaFlyFocus
Drone FPV TASACK buatan Polandia.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Polandia, FlyFocus, meluncurkan amunisi jelajah presisi baru bernama TASACK di pameran pertahanan MSPO 2026 di Kielce, Polandia pada 8-11 September.

Drone kamikaze ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih murah dan lebih mudah dioperasikan dibandingkan drone serang FPV konvensional.

Tidak seperti drone FPV pada umumnya, yang mengharuskan operator untuk menerbangkan pesawat secara manual menggunakan video dan pelatihan ekstensif, TASACK menggunakan antarmuka (interface) point-and-click.

Perangkat ini memungkinkan operator untuk memilih target di layar daripada mengendalikan drone secara manual ke arah target tersebut.

Sistem gimbal elektro-optik dan inframerah yang stabil menangani identifikasi dan pelacakan target, dan memungkinkan drone mendekati target dari berbagai sudut, dari lintasan datar hingga terjun hampir vertikal, tergantung pada kebutuhan misi.

CEP Hanya 1 M

Drone kamikaze seberat 15 kg ini dapat terbang hingga jarak 110 km, membawa muatan hulu ledak 5 kg, dan mencapai kecepatan hingga 300 km/jam.

TASACK beroperasi menggunakan tenaga listrik yang senya, dapat tetap berada di udara hingga 1,5 jam, dan mempertahankan tautan data hingga 80 km (50 mil).

Navigasinya menggabungkan GPS dengan panduan inersia sebagai cadangan, dengan navigasi berbasis radio tersedia sebagai pilihan.

FlyFocus mengatakan sistem ini mencapai akurasi penargetan dengan tingkat kesalahan melingkar (CEP) 1 m.

Kelebihan lain dari TASACK adalah dapat disiapkan untuk peluncuran dalam waktu singkat, antara lima hingga tujuh menit saja.

Andalkan Komponen Lokal

Perusahaan rintisan FlyFocus didirikan tahun 2017 oleh Skawinski dan Albert Świerczynski, mereka membangun lini produknya dengan komponen yang selaras dengan NATO, bukan komponen asal China.

Sebagian besar komponen drone diproduksi di Polandia, termasuk seperti baterai dan pengontrol penerbangannya.

Perusahaan mengatakan TASACK diperkirakan akan mencapai kesiapan produksi masalnya pada kuartal pertama tahun 2027. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *