Israel dan Yunani Sepakati Proyek Pertahanan Rp64 Triliun, Rekor Terbesar dalam Sejarah
IstimewaAIRSPACE REVIEW – Israel bersiap menandatangani kesepakatan ekspor pertahanan terbesar dalam sejarah negaranya senilai 3,6 miliar USD (sekitar Rp64 triliun) dengan Yunani.
Melalui kontrak bernilai fantastis ini, Israel akan memasok sistem pertahanan udara dan rudal canggih guna membangun perisai udara berlapis bagi Yunani yang diberi nama Achilles Shield.
The Jerusalem Post melaporkan, langkah strategis ini diambil Athena untuk membentengi wilayah udaranya dari potensi ancaman regional, khususnya yang berasal dari Turkiye dan Iran.
Sebagian besar dana akan dialokasikan untuk memborong varian SkyCeptor dari sistem David’s Sling buatan Rafael. Kedua sistem dirancang khusus untuk mencegat rudal jelajah dan rudal balistik.
Gantikan Persenjataan Rusia
Pengadaan sistem buatan Israel ini sekaligus menjadi langkah Yunani untuk memensiunkan sistem persenjataan tua buatan Rusia seperti S-300, Osa-AK, dan Tor-M1, yang dukungan teknisnya kini terputus akibat merenggangnya hubungan dengan Moskow.
Nantinya, varian David’s Sling akan menggantikan peran S-300, sementara sistem SPYDER dan Barak MX akan ditugaskan menggantikan Tor-M1, Osa-AK, serta sistem Hawk buatan Amerika Serikat, mendampingi baterai Patriot yang tetap menjadi tulang punggung pertahanan udara Yunani.
Tak hanya unit peluncur rudal, kerja sama ini juga mencakup pembangunan pusat komando dan kendali tingkat nasional berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengadopsi teknologi operasional militer Israel.
Sempat Terhenti
Kesepakatan besar ini sejatinya telah melalui negosiasi panjang selama tiga tahun dan sempat terhenti akibat operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Namun, Athena kembali menghidupkan proyek strategis ini pada November 2025 setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata.
Langkah ini kian mempertegas modernisasi militer jangka panjang yang sedang digalakkan pemerintah Yunani.
Selain alutsista dari Israel, paket pembaruan pertahanan tersebut mencakup pengadaan drone Heron 1, V-BAT Class II, satelit SAR, penangkal drone laut, hingga kendaraan bawah air spesialis.
Di saat yang sama, Yunani juga mengucurkan anggaran untuk memodernisasi empat kapal fregat kelas Hydra serta memboyong tiga pesawat angkut militer Embraer C-390 Millennium dari Portugal. (PN)
