Rafale TNI AU Makin Garang dengan Rak Peluncur Amunisi Tiga Lapis AT730

_Triple store rack tipe AT730 untuk Rafale TNI AUVia X/JATOSINT
Triple store rack tipe AT730 untuk Rafale TNI AU.

AIRSPACE REVIEW – Penampakan perdana perangkat triple store rack bertipe AT730 khusus untuk jet tempur Dassault Rafale untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) beredar di media sosial.

Perangkat peluncur bom tiga lapis ini menjadi komponen penting dalam mendukung kesiapan operasional armada Rafale Indonesia, khususnya untuk mengoptimalkan efisiensi dan fleksibilitas misi tempur udara ke darat.

AT730 dirancang dan diproduksi khusus oleh Aresia, manufaktur pertahanan terkemuka asal Prancis yang sebelumnya dikenal sebagai Rafaut Group.

Manufaktur ini berpengalaman dalam merancang sistem pembawa dan pelepas muatan (carriage and release systems) untuk armada udara militer.

Bawa Bom Pintar

Kehadiran rak peluncur ini memungkinkan satu titik gantungan (hardpoint) pada pesawat untuk mengusung hingga tiga unit amunisi sekaligus.

Secara teknis, penggunaan AT730 memberikan efisiensi muatan yang signifikan tanpa perlu menambah titik tumpu pada struktur pesawat.

Baca di Sini: Presiden Prabowo serahkan jet tempur Rafale dan sistem pertahanan modern untuk TNI AU

Perangkat ini dirancang presisi untuk membawa keluarga bom pintar berpemandu presisi, seperti seri AASM Hammer (Armement Air-Sol Modulaire) buatan Safran.

Selain itu, sistem pelepasan canggih pada AT730 dapat meminimalisir hambatan aerodinamis serta menjamin pelepasan amunisi secara aman dalam kecepatan tinggi.

Bawa Amunisi Lebih Banyak

Pengadopsian rak peluncur AT730 memberikan daya dorong taktis yang sangat berarti bagi skadron tempur TNI AU.

Dalam satu kali sortie penerbangan serang darat, jet tempur Rafale dapat membawa jumlah amunisi yang jauh lebih banyak tanpa mengorbankan konfigurasi muatan lain, seperti tangki bahan bakar eksternal (drop tank) maupun rudal udara ke udara jarak jauh untuk pertahanan diri.

Efisiensi ruang gantung ini sekaligus memungkinkan Rafale melakoni peran ganda (omnirole) secara optimal dalam satu misi tunggal.

Jet tempur ini dapat menjalankan penyerangan presisi ke target darat atau permukaan, namun tetap mempertahankan kesiapan penuh untuk menghadapi ancaman pertempuran udara jika dicegat oleh jet tempur musuh.

Konfigurasi Tempur Penuh

Di luar peningkatan kapasitas bawaan amunisi, penggunaan rak peluncur terintegrasi seperti AT730 juga berkontribusi pada efisiensi logistik dan biaya operasional penerbangan.

TNI AU dapat memangkas jumlah sorti penerbangan pesawat yang dibutuhkan untuk menghancurkan rangkaian target strategis, sekaligus mengurangi risiko paparan ancaman sistem pertahanan udara lawan di area konflik.

Integrasi perangkat canggih ini menegaskan bahwa unit Dassault Rafale yang dikirimkan ke Indonesia hadir dalam spesifikasi tempur penuh (full-combat configuration).

Kehadiran AT730 dipastikan memperkuat proyeksi daya gempur strategis dan menjaga kedaulatan wilayah udara nasional secara signifikan. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *