Bawa Sel VLS Dua Kali Lipat, Fregat Upgraded Mogami Jepang Kembali Dilirik Indonesia
MHIAIRSPACE REVIEW – Indonesia dikabarkan kembali menunjukkan minatnya untuk mengakuisisi fregat kelas Mogami yang telah ditingkatkan (Upgraded Mogami/FFM) buatan Jepang.
Informasi ini mengemuka saat pembicaraan pertahanan trilateral pertama antara Jepang, Indonesia, dan Australia, seperti dilaporkan oleh Japan Times pada 26 Agustus 2026.
Hal ini menghidupkan kembali pembicaraan pengadaan kapal yang pertama kali dilakukan pada tahun 2021 terkait kelas Mogami asli.
Sementara fregat baru yang membawa dua kali lebih banyak sel pada sistem VLS Mk 41 dan telah menjadi dasar program 11 kapal fregat Australia yang baru.
Namun demikian, Jakarta belum memulai negosiasi kontrak, karena pemerintah Indonesia diperkirakan akan menyelesaikan diskusi paralelnya mengenai kapal perusak kelas Asagiri bekas Angkatan Laut Jepang terlebih dahulu.
Pembicaraan tingkat kerja mengenai Asagiri tersebut telah dimulai pada Juni 2026, satu bulan setelah Indonesia dan Jepang menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pertahanan pada 4 Mei 2026 yang mencakup peralatan, teknologi, dan kerja sama maritim.
Empat Dibangun di Indonesia
Usulan Mogami bermula pada tahun 2021, ketika Jepang berencana untuk memasok empat kapal dari galangan kapal Jepang dan membangun empat kapal lagi oleh PT PAL Indonesia di Surabaya dalam paket senilai sekitar 300 miliar yen.
Pembiayaan menjadi salah satu kendala karena peraturan Jakarta mensyaratkan pendanaan di muka sebesar 10-20 persen dari 300 miliar yen (sekitar dengan 30-60 miliar yen) sebelum sisa biaya akuisisi dapat didistribusikan ke anggaran selanjutnya.
Namun usulan tersebut kehilangan momentum, tetapi keterlibatan Jepang berlanjut terus melalui kunjungan kapal perang JS Kumano ke Indonesia pada tahun 2023, dan kunjungan JS Yahagi pada tahun 2025.
Kemudian kunjungan terpisah pada tahun 2025 oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali di atas kapal Kumano di Yokosuka, Jepang.
Selanjutnya, pada April 2026, Laksamana Ali telah mengkonfirmasi bahwa Tokyo kembali menawarkan fregat tersebut.
Lebih Panjang 17 Meter
Akuisisi yang dipertimbangkan kembali pada tahun 2026 ini secara material berbeda dari akuisisi yang terhenti lima tahun sebelumnya.
Kapal kelas Mogami asli memiliki panjang 133 m dan lebar 16,3 m, dengan bobot standar 3.900 ton dan sekitar 5.500 ton pada beban penuh.
Sementara FFM baru meningkatkan panjang keseluruhan menjadi 142 m, lebar menjadi sekitar 17 m, bobot standar menjadi 4.880 ton, dan bobot beban penuh menjadi sekitar 6.200 ton.
Info Sebelumnya: Indonesia dan Jepang memulai pembicaraan untuk akuisisi tujuh kapal perusak kelas Asagiri
Lambung yang diperbesar menciptakan ruang untuk baterai rudal yang lebih besar, kapasitas listrik lebih besar, peralatan komando dan sensor tambahan.
Perubahan tempur terbesar adalah sistem peluncuran vertikal (VLS MK 41), di mana Mogami versi dasar membawa 16 sel, sedangkan FFM baru membawa 32 sel.
Sebagai tenaga penggeraknya, Mogami’/FFM baru dibekali sistem propulsi CODAG, menggabungkan satu turbin gas Rolls-Royce MT30 dengan dua mesin diesel MAN 12V28/33D STC, menghasilkan daya sekitar 70.000 hp dan memungkinkan kecepatan maksimum di atas 30 knot. (RBS)
