Tak Hanya Membeli, Ukraina Ingin Merakit Jet Tempur Gripen E/F dan Rafale F4 di Dalam Negeri

Gripen E dan Rafale F4Saab, AAE
Gripen E dan Rafale F4.

AIRSPACE REVIEW – Ukraina tidak ingin sekadar menjadi pembeli jet tempur Barat, melainkan memanfaatkan program Saab Gripen E/F dan Dassault Rafale F4 untuk membangun kembali industri penerbangan militer dalam negerinya.

Kyiv berencana menyelenggarakan kegiatan pemeliharaan, produksi komponen, hingga perakitan pesawat di dalam negeri guna menciptakan basis industri udara masa depan yang terintegrasi dengan Eropa.

Komandan Divisi Penerbangan Angkatan Udara Ukraina, Kolonel Oleksandr Diakiv, mengatakan bahwa para produsen Swedia dan Prancis siap mendukung transfer kemampuan industri tersebut.

Langkah ini mengubah strategi Kyiv agar tidak lagi bergantung pada fasilitas luar negeri untuk perawatan dan perbaikan besar jet tempurnya di masa mendatang.

Akuisisi Awal 16 Jet Gripen E

Untuk program Gripen E, Ukraina dan Swedia telah menandatangani perjanjian akuisisi awal 16 pesawat pada Juni 2026, dengan pengiriman perdana dijadwalkan mulai tahun 2029.

Selain kemudahan operasional dari landasan pacu darurat, kerja sama ini disiapkan untuk memperluas lokasi pemeliharaan serta manufaktur komponen pesawat di Ukraina.

Baca di Sini: Saab sepakati kontrak Rp42,5 triliun untuk pasok 16 jet tempur Gripen E ke Ukraina

Sementara dengan Prancis, Ukraina merencanakan akuisisi hingga 100 jet tempur Rafale F4 hingga tahun 2035, dengan pesanan tahap pertama sebanyak 16 unit.

Lisensi Senjata Canggih

Kemitraan dengan Prancis juga mencakup lisensi produksi persenjataan canggih seperti bom berpemandu AASM, rudal jelajah SCALP, serta pencegat Aster 30 untuk sistem SAMP/T NG.

Mengingat ancaman serangan jarak jauh Rusia masih mengintai, pengalihan fasilitas industri canggih ini akan dilakukan secara bertahap demi alasan keamanan.

Tahap awal akan difokuskan pada pelatihan personel, pembangunan infrastruktur pemeliharaan, dan penyatuan perusahaan lokal ke dalam rantai pasokan produsen Eropa.

Baca di Sini: Ukraina resmi akan mengakuisisi 16 Rafale dari Prancis, mampukah merontokkan Su-35?

Seiring membaiknya situasi keamanan, kegiatan manufaktur yang lebih kompleks akan digeser ke dalam negeri untuk memperkuat kemandirian pertahanan Ukraina.

Kombinasi program Gripen E dan Rafale F4 ini diharapkan menjadi pendorong utama transformasi industri penerbangan Ukraina menuju dekade berikutnya. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *