Jet Tempur Gripen C Swedia Sukses Uji Coba Rudal Taurus Lebih Cepat dari Jadwal

Gripen C Swedia sukses luncurkan rudal Taurus KEPD 350FMV
Gripen C Swedia sukses luncurkan rudal Taurus KEPD 350.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Swedia mencatatkan pencapaian penting dengan berhasil meluncurkan rudal jelajah Taurus KEPD 350 dari jet tempur Gripen C untuk pertama kalinya.

Uji coba penembakan nyata yang berlangsung di Vidsel Test Range, Norrbotten, tersebut menandai babak baru dalam modernisasi militer Swedia.

Dengan kesuksesan ini, jet tempur ringan Gipen C kini memiliki kemampuan serangan jarak jauh presisi tinggi lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan.

Awalnya Ditargetkan Tercapai Tahun 2028

Integrasi awal untuk varian Gripen C/D sejatinya ditargetkan selesai paling cepat pada tahun 2028, sementara untuk varian Gripen E pada tahun 2032.

Keberhasilan uji peluncuran ini menunjukkan bahwa proses uji terbang berjalan melampaui jadwal resmi, meski pekerjaan integrasi penuh masih harus diselesaikan.

Rudal jelajah Taurus KEPD 350, yang memiliki jangkauan serang lebih dari 350 km hingga melampaui 500 km, dirancang khusus untuk menghancurkan sasaran bernilai tinggi yang terlindungi ketat, seperti bunker pertahanan, pusat komando, dan infrastruktur strategis.

Pihak Angkatan Udara Swedia menegaskan hadirnya amunisi ini membuka kapabilitas serangan ofensif jarak jauh yang sebelumnya belum pernah dimiliki.

Perubahan ini secara signifikan meningkatkan daya gentar serta posisi strategis militer Swedia di dalam aliansi NATO.

Menarik Perhatian Ukraina

Perkembangan ini menarik perhatian khusus bagi Ukraina. Di masa mendatang, militer Ukraina dijadwalkan akan menerima armada jet tempur Gripen C/D bekas serta varian Gripen E yang lebih modern.

Pengujian rudal Taurus pada Gripen membuktikan keberhasilan teknis integrasi kedua sistem senjata tersebut, yang secara teoritis dapat menjadi amunisi mematikan bagi armada udara Ukraina di masa depan.

Info Lainnya: Korea Selatan perlihatkan rudal Taurus KEPD 350K dalam parade militer

Meski demikian, integrasi sukses pada armada Gripen tidak serta-merta menjamin Ukraina akan langsung mendapatkan rudal buatan Jerman-Swedia tersebut.

Hambatan utama tetap berada pada penolakan ekspor dan kebijakan politik Jerman, meskipun negara tersebut merupakan salah satu pemasok bantuan militer utama bagi Ukraina.

Di samping itu, opsi alternatif seperti menunggu produksi varian generasi baru Taurus Neo, yang memiliki jarak jangkau hingga 1.000 km, membutuhkan waktu tunggu yang cukup lama karena proses produksinya baru dijadwalkan mulai sekitar tahun 2029. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *