Argentina incar jet tempur baru dan infrastruktur senilai 664 juta USD

JF-17 Block IIIIstimewa

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pemerintah Argentina tengah mengincar jet tempur baru dalam rencana akuisisi yang diajukan ke parlemen negara itu senilai 684 juta USD.

Anggaran tersebut termasuk dalam Keputusan 88/22 di tahun berjalan. Anggaran terbagi sebanyak 664 juta USD untuk membeli pesawat tempur baru dan 20 juta USD untuk mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan.

Komisi Deputi Pertahanan menyatakan, jet tempur yang diincar adalah yang memiliki kemampuan multiperan dan dilengkapi dengan radar AESA (active electronically scaned array) serta tautan untuk sistem peperangan elektronik.

Pesawat juga harus memiliki sistem pengisian bahan bakar di udara yang kompatibel dengan pesawat tanker dimiliki Angkatan Udara Argentina saat ini.

Pesawat baru juga diharapkan memiliki desain arsitektur terbuka untuk mengintegrasikan senjata dan sistem terbaru dari sumber mana pun.

Namun demikian, Buenos Aires mempunyai persyaratan khusus di mana pesawat tempur yang akan dibeli tidak menggunakan sistem, subsistem, atau komponen buatan Inggris.

Larangan tersebut bertujuan untuk mengurangi tekanan dari negara seterunya tersebut.

Seperti diketahui, Inggris sejak Perang Falklands tahun 1982 telah membatasi atau melarang pasokan suku cadang dan bahan untuk perangkat keras militer ke Argentina.

Upaya Inggris telah menghambat pemeliharaan dan kapasitas operasional platform dan senjata dalam inventaris Argentina, telah membatalkan rencana pembelian jet bekas Dassault Mirage F1, Saab Gripen, FA-50 Fighting Eagle dari Korea Selatan.

Dari sejumlah persyaratan yang dipenuhi, tampaknya Argentina akan mendapatkan solusi dengan mengakuisisi jet tempur buatan China dan Pakistan, yaitu JF-17.

Pesawat lainnya yang memungkinkan adalah HAL Tejas dari India atau MiG-35 dari Rusia.

Ada pula F-16 dari Amerika Serikat, dengan tanpa komponen buatan Inggris.

Seorang perwira militer senior yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, dari empat pesawat yang terdaftar, pemerintah Argentina berharap bisa mendapatkan F-16.

Akan tetapi, respons dari Washington dirasakan tidak terlalu kuat, seperti diberitakan Defense News.

-Jaden-

Leave a Reply

Your email address will not be published.