Setelah enam Rafale, segera menyusul kontrak efektif untuk dua A400M

A400M di Lanud Halim PerdanakusumaAirspace Review/RBS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Setelah enam unit jet tempur Rafale gelombang pertama dari rencana 42 unit yang akan dibeli Indonesia dari Perancis telah resmi dibayar, kini penantian berikutnya adalah pengadaan dua unit A400M untuk TNI AU.

Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto resmi memesan dua unit pesawat Airbus A400M dengan konfigurasi multirole (tanker dan transpor) pada November 2021 silam.

Disebutkan, kontrak akan efektif pada tahun 2022 ini.

Di dalam kontrak tersebut terdapat dukungan pemeliharaan dan pelatihan, termasuk juga untuk akuisisi empat unit tambahan A400M.

Selain berperan sebagai pesawat angkut pasukan atau kargo, A400M yang dibeli Indonesia dapat digunakan sebagai pesawat tanker udara.

Rekonfigurasi ulang sebagai tanker dapat dilakukan dengan cepat, membuatnya mudah beradaptasi dengan skenario dan misi operasional yang berubah.

Saat menjalankan peran sebagai pesawat tanker, A400M dapat dikonfigurasi untuk membawa sebanyak 50,8 ton bahan bakar.

Penempatan muatan bahan bakar berada pada kedua sayap dan centre wing box. Tersedia juga dua tangki kargo tambahan, masing-masing menampung 5,7 ton bahan bakar.

Teknik pengisian bahan bakar yang dapat dijalankan oleh A400M adalah menggunakan metode probe and drogue seperti halnya pesawat KC-130B Hercules milik TNI AU sebelumnya.

Dengan teknik probe and drogue ini, memungkinkan A400M untuk dapat ‘menyusui’ jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30, BAE Hawk 209 ,dan tentunya Dassault Rafale TNI AU.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published.