Dua Jet Tempur F-16 Block 70 Pertama Taiwan Terbang dari Amerika Serikat

Dua F-16V Taiwan terbang dari Amerika SerikatOSINT
Dua F-16V Taiwan terbang dari Amerika Serikat.

AIRSPACE REVIEW – Dua jet tempur F-16 Block 70 (Viper) pertama untuk Angkatan Udara Taiwan (ROCAF) resmi meninggalkan Amerika Serikat untuk memulai penerbangan panjang menuju negara tersebut.

Pengiriman ini menjadi langkah awal dari total 66 armada jet tempur baru yang diakuisi Taiwan guna memperkuat sistem pertahanan udaranya di tengah meningkatnya tekanan militer dari Tiongkok.

Kedua pesawat tempur bernomor ekor 6727 dan 6728 ini menandai babak baru dalam program pengadaan militer bernilai sekitar 8 miliar USD (setara Rp141,2 triliun) yang diproduksi oleh Lockheed Martin.

Kontrak pembelian tersebut sebenarnya telah disetujui oleh pemerintah Amerika Serikat sejak tahun 2019 dengan target penyerahan perdana pada 2023.

Namun, serangkaian hambatan seperti gangguan rantai pasokan, masalah kapasitas produksi, hingga kendala integrasi sistem sempat menyebabkan penundaan pengiriman selama beberapa tahun.

Tangki Bahan Bakar Tambahan

Untuk melintasi Samudra Pasifik, kedua jet tempur dimodifikasi khusus dengan pemasangan tangki bahan bakar konformal serta tangki cadangan eksternal di bawah sayap guna memperjauh jarak tempuh.

Operasi penerbangan jarak jauh yang kompleks ini melibatkan skema pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling) serta setidaknya satu kali pemberhentian teknis sebelum akhirnya tiba di tujuan.

Sebelum diberangkatkan, jet tempur tersebut telah menyelesaikan rangkaian uji coba ketat, termasuk Lockheed Martin Acceptance Flight Test yang tuntas pada Maret lalu.

Guna mengejar ketertinggalan jadwal, Lockheed Martin memperluas kapasitas fasilitas produksinya di Greenville, South Carolina, dengan menerapkan sistem kerja dua shift.

Jet tempur baru ini nantinya akan disiagakan di Pangkalan Udara Chihhang, Kabupaten Taitung, di bawah naungan Sayap Tempur Taktis ke-7.

Bertahap Hingga 2028

Penempatan di wilayah timur Taiwan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pengawasan udara dan mempercepat respons militer terhadap aktivitas armada laut maupun udara Tiongkok yang kian intensif di sekitar pulau.

Kehadiran unit baru ini semakin memperkuat armada tempur Taiwan yang sebelumnya telah mengoperasikan 150 unit F-16A/B Block 20, di mana 141 unit di antaranya telah selesai dimodernisasi ke standar F-16V pada tahun 2023.

Pengiriman sisa unit F-16V Block 70 lainnya diproyeksikan bakal berlangsung secara bertahap hingga rentang tahun 2027 dan 2028.

Ketika seluruh 66 unit pesawat tempur canggih ini beroperasi penuh, Taiwan akan memiliki kapabilitas yang jauh lebih solid dalam menjalankan misi pertahanan udara, serangan presisi, hingga pengawasan wilayah udara nasional. (RW)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *