Su-57D Berotak AI: Laboratorium Terbang Rusia untuk Pengembangan Jet Tempur Gen Enam
UACAIRSPACE REVIEW – Rusia resmi memanfaatkan varian dua kursi Su-57D berotak AI (kecerdasan buatan) sebagai laboratorium terbang utama untuk menguji berbagai teknologi jet tempur generasi keenam.
Pengumuman strategis ini disampaikan oleh Kepala Desainer Biro Desain Sukhoi, Mikhail Strelets, yang menegaskan bahwa jet tempur terbaru Su-57D ini disiapkan untuk menguji algoritma kecerdasan buatan (AI) tempur otonom sekaligus mengendalikan armada drone siluman S-70 Okhotnik di udara.
Menurut Strelets, keberadaan kursi kedua pada Su-57D secara khusus dirancang untuk tempat tinggal seorang operator sistem tempur.
Operator ini bertugas mengomandoi wahana udara nirawak (UAV) canggih seperti S-70 Okhotnik, menjadikan pesawat ini pusat kendali taktis berawal di tengah medan pertempuran modern.
Dikembangkan dari Prototipe Awal T-50-4
Pengembangan Su-57D sendiri didasarkan pada prototipe awal T-50-4 dengan nomor ekor “054”.
Pesawat uji ini telah menyelesaikan serangkaian pengujian darat dan memulai uji gerak perlahan (taxiing test) pada 16 Mei 2026.
Tiga hari berselang, tepatnya 19 Mei 2026, Su-57D berhasil merampungkan penerbangan uji perdana berdurasi sekitar 40 menit yang dipimpin oleh pilot uji senior Biro Desain Sukhoi, Sergey Bogdan.
Baca di Sini: Gambar paling gres: Ini dia Su-57D, versi tandem telah sukses melakukan penerbangan perdananya
Fungsi paling krusial dari Su-57D adalah perannya sebagai laboratorium terbang untuk menguji kecerdasan buatan tempur yang tengah dikembangkan oleh tim spesialis biro desain.
Melalui skema ini, algoritma pengambilan keputusan otonom diintegrasikan langsung ke dalam siklus kendali pesawat serta koordinasi sistem nirawak yang berada di bawah komandonya.
Meskipun demikian, Strelets belum memberikan rincian teknis mengenai arsitektur jet tempur generasi keenam Rusia secara keseluruhan.
Peningkatan Su-57
Melihat rekam jejak keterlambatan dalam berbagai program militer baru Rusia, pengembangan pesawat generasi baru ini diproyeksikan dapat memakan waktu hingga beberapa dekade jika Rusia berambisi menciptakan jet tempur yang benar-benar mampu bersaing secara sepadan dengan proyek Barat seperti GCAP atau F-47.
Saat ini, industri pertahanan Rusia masih memprioritaskan peningkatan produksi Su-57 untuk mendukung armada generasi keempatnya.
Kendati demikian, tingkat manufaktur Su-57 masih terbilang rendah dibandingkan negara-negara produsen jet tempur utama lainnya.
Faktor ini berpotensi menunda Su-57 menjadi tulang punggung utama armada penerbangan Rusia hingga beberapa dekade mendatang.
Di sisi lain, perbaikan teknis pada Su-57 terus bergulir. Pada 9 Februari lalu, Angkatan Drigantara Rusia menerima pengiriman unit Su-57 terbaru dari United Aircraft Corporation (UAC) yang telah diperbarui dengan modernisasi sistem avionik onboard dan paket persenjataan baru.
Product 30
Sebelumnya, pada Desember 2025, prototipe T-50-2 “052” telah menjalani uji terbang dengan mesin baru berlabel “Product 177”. Ini adalah mesin yang menawarkan dorongan afterburner hingga 16.000 kgf, efisiensi bahan bakar lebih tinggi, serta usia pakai yang lebih panjang.
Secara paralel, Rusia juga melanjutkan pengembangan mesin tahap kedua “Product 30”, di mana prototipe T-50-2 “052” sempat terpantau menguji desain nozel rata (flat nozzle) pada Desember 2024 untuk mereduksi jejak inframerah dan radar.
Sementara itu, untuk melengkapi jet tempur kelas berat, CEO UAC Vadim Badekha mengonfirmasi pada Juni lalu bahwa pembangunan prototipe terbang pertama untuk jet tempur ringan Su-75 Checkmate sedang berlangsung. (RNS)
