Butuh 60 Pesawat Angkut Baru dan 150 Jet Latih, India Gelontorkan Anggaran Rp188 Triliun

Jet latih HAL HLFT-42 dan Embraer C-390 MillenniumHAL, Embraer
Jet latih HAL HLFT-42 dan Embraer C-390 Millennium.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan India resmi menggelontorkan anggaran hingga 12 miliar USD (sekitar Rp188 triliun) untuk pengadaan 60 pesawat angkut medium dan 150 jet latih lanjut bagi Angkatan Udara India (IAF).

Dua program akuisisi alutsista udara bernilai jumbo ini diterbitkan guna memperkuat kesiapan tempur sekaligus menggantikan armada pesawat tua yang sudah ketinggalan zaman.

Dari total alokasi tersebut, sebanyak Rp164 triliun disiapkan khusus untuk memborong 60 unit pesawat angkut medium berkapasitas 18 hingga 30 ton.

Pesawat baru tersebut akan menggantikan sekitar 100 unit Antonov An-32 buatan Uni Soviet yang menjadi tulang punggung angkutan udara India selama puluhan tahun.

Mengusung skema Make in India, tender wajib melibatkan kemitraan antara industri lokal dan produsen asing, di mana 12 unit pertama dikirim utuh dan sisa unit lainnya dirakit di dalam negeri dengan tingkat komponen lokal mencapai 60 persen.

C-390 Millennium vs C-130J-30 Super Hercules

Persaingan di sektor pesawat angkut medium ini mempertemukan dua raksasa industri domestik dengan tawarannya masing-masing.

Mahindra Defence bergandengan tangan dengan Embraer asal Brasil mengusung C-390 Millennium, sementara Tata Advanced Systems berduet dengan Lockheed Martin menawarkan C-130J Super Hercules.

Info Lainnya: Brasil menawarkan pesawat KC-390 Millennium ke India, imbal baliknya akan membeli rudal BrahMos dan Akash

Di samping kedua kandidat tersebut, BUMN kedirgantaraan Hindustan Aeronautics Limited juga melirik peluang untuk menghidupkan kembali proyek bersama Rusia dalam mengembangkan pesawat Il-214.

Domestik vs Asing

Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp28 triliun dialokasikan untuk memborong 150 unit jet latih lanjut kategori Stage-III (F).

Penandatanganan kontrak dijadwalkan berlangsung dalam 12 hingga 16 bulan ke depan dengan masa pengiriman selama lima tahun.

Armada ini diproyeksikan menggantikan pesawat latih veteran Hawk Mk132 guna menggembleng para calon penerbang sebelum menerbangkan jet tempur garda depan seperti Rafale, HAL Tejas, dan Su-30MKI.

Baca di Sini: HAL tampilkan jet latih baru HLTF-42 di Aero India 2023

Langkah percepatan pengadaan pesawat latih ini menjadi perhatian serius New Delhi untuk menekan angka kecelakaan penerbang yang sempat melonjak akibat minimnya jam terbang transisi ke jet supersonik.

Dalam kategori jet latih ini, proyek lokal HLFT-42 buatan Hindustan Aeronautics Limited bakal berhadapan langsung dengan jajaran pesawat latih modern dunia, seperti Leonardo M-346 Master dari Italia, KAI T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan, serta Boeing/Saab T-7A Red Hawk dari Amerika Serikat dan Swedia. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *