Lawan Drone Shahed-136 Rusia: Ukraina Hadirkan Benteng Udara Baru Last Shadow T200

Drone pencegat baru Last Shadow T200 UkrainaTekhnolohichni Syly Ukrayiny
Drone pencegat baru Last Shadow T200 Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Ukrainska Bavovna mempresentasikan drone pencegat baru yang diberi nama Last Shadow T200, pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh asosiasi Pasukan Teknologi Ukraina.

Disebutkan, benteng udara baru tersebut telah sukses menjalani uji coba terbarunya. Drone sanggup terbang sejauh 122 km, meningkat dari sebelumnya yang hanya 70 km.

Last Shadow T200 dirancang untuk mempertahankan kota dan beroperasi di sepanjang garis depan, mencegat ancaman terutama dari drone kamikaze Shahed-136/Geran-2 Rusia.

Drone juga dapat berfungsi sebagai pesawat pengalih perhatian drone umpan Ruaia seperti Gerbera dan Molniya.

Daya Tahan 1 Jam

Untuk performanya, Last Shadow T200 memiliki kecepatan maksimum 300 km/jam dan ketinggian terbang hingga 5.000 m.

Daya tahan drone sekitar satu jam pada kecepatan jelajah dan sekitar 40 menit pada kecepatan yang lebih tinggi.

Muatan hulu ledaknya dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan operator dan menembak berdasarkan sinyal modulasi lebar pulsa (PWM) saat menyerang target udara.

Drone dilengkapi kamera yang dapat digerakkan, diturunkan, dan dinaikkan untuk meningkatkan pencarian target, serta sistem untuk beralih antara saluran video dan pita frekuensi untuk melawan sistem pemalsuan gambar Shtora milik Rusia.

3D Printing

Pada pembuatan prototipe saat ini, kerangka drone diproduksi dengan pencetakan 3D (3D printing), tetapi pabrikan berencana untuk beralih ke pencetakan metal (molding) dalam beberapa bulan ke depan.

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tahan, dengan material lebih kuat, memungkinkan drone untuk digunakan kembali setelah beberapa kali pendaratan.

Info Lainnya: Drone pencegat Rusia jatuhkan drone kamikaze RAM-2X Ukraina

Perusahaan juga mengintegrasikan modul panduan terminal otomatis yang memungkinkan operator drone untuk mengunci target dengan sakelar, menyerahkan kendali akhir kepada pesawat.

Untuk melatih operator, perusahaan telah bermitra dengan sekolah pilot Dovzhyk, tempat lebih dari 70 instruktur veteran melatih awak untuk menerbangkan berbagai jenis drone, termasuk drone pencegat. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *