Caplok Pembuat Drone ScanEagle, Archer Aviation Akuisisi 3 Anak Perusahaan Boeing
InsituAIRSPACE REVIEW – Archer Aviation, perusahaan rintisan yang sebelumnya mengembangkan taksi terbang eVTOL (electric vertical takeoff and landing), pada Senin (10/8) mengumumkan telah mengakuisisi tiga anak perusahaan Boeing yaitu Insitu, Wisk Aero, dan SkyGrid.
Kesepakatan tersebut, yang dikonfirmasi dalam serangkaian unggahan di X oleh pendiri dan CEO Archer, Adam Goldstein, akan memberikan kendali kepada Archer Aviation atas Wisk Aero, pengembang penerbangan otonom yang telah didanai Boeing selama bertahun-tahun.
Perusahaan juga akan menguasai Insitu, salah satu pembuat drone intelijen, pengawasan, dan pengintaian yang mapan, serta SkyGrid, pembuat perangkat lunak yang membangun sistem manajemen lalu lintas udara digital untuk pesawat tanpa awak.
Sebagai imbalannya, Boeing menerima ekuitas, memosisikan diri untuk menjadi salah satu pemegang saham luar terbesar Archer Aviation dengan kepemilikan saham hampir 20 persen.
Insitu Paling Populer
Dari ketiga anak perusahaan Boeing tersebut, Insitu adalah yang cukup populer di dunia drone militer.
Produknya yang telah mendunia adalah ScanEagle, sebuah drone pengintai yang diluncurkan dengan ketapel, dan telah mencatat lebih dari 10.000 jam terbang sejak mulai beroperasi pada tahun 2005.
ScanEagle memiliki kecepatan jelajah sekitar 60 knot (100 km/jam), ketinggian terbang maksimum 5.800 m dan daya tahan di udara hingga 18 jam.
Indonesia juga Punya: Latihan penerbangan malam drone ScanEagle Puspenerbal
Drone kompak ini telah menjadi andalan Angkatan Laut dan Korps Marinir AS serta militer asing termasuk Kanada, Polandia, Australia, Malaysia, dan Indonesia.
Insitu kemudian mengembangkan desain tersebut menjadi RQ-21A Blackjack, sebuah drone taktis yang lebih besar dengan bentang sayap 4,9 meter yang menggantikan drone Shadow milik Korps Marinir AS pada tahun 2018.
Sepanjang sejarahnya, perusahaan ini telah membangun lebih dari 3.500 sistem pesawat tanpa awak yang kini beroperasi dengan angkatan bersenjata di 35 negara.
Spesialis Sistem Otonom
Sementara, Wisk Aero menghadirkan nilai yang berbeda. Perusahaan ini telah menghabiskan sekitar dua dekade untuk mengembangkan eVTOL tanpa awak/berawak.
Proyek terbarunya adalah menerbangkan kendaraan otonom generasi keenam pada Desember 2025 setelah lebih dari 1.750 penerbangan uji.
SkyGrid melengkapi trio ini dengan teknologi manajemen ruang udara yang telah dikembangkannya sejak 2018.
Perusahaan mengembangkan sistem perangkat lunak yang dirancang untuk membantu regulator dan operator melacak dan mengoordinasikan sejumlah besar pesawat otonom yang berbagi wilayah udara yang sama.
Upaya tersebut untuk memecahkan masalah yang semakin mendesak seiring dengan bertambahnya jumlah drone dan taksi udara di daerah padat penduduk.
Archer Aviation sendiri berencana untuk menggabungkan perangkat lunak, riwayat penerbangan, dan pengetahuan teknik dari ketiga perusahaan tersebut ke dalam ZEE, platform kecerdasan buatan internalnya yang dibangun khusus untuk aplikasi kedirgantaraan dan pertahanan. (RBS)
