Nah, Lho! Korea Utara Kerahkan Pasukan Rudal ke Rusia untuk Gempur Ukraina

Rudal balistik taktis KN-23 Korea UtaraKCNA
Rudal balistik taktis KN-23 Korea Utara.

AIRSPACE REVIEW – Kerja sama militer antara Pyongyang dan Moskow memasuki babak baru yang kian mengkhawatirkan. Korea Utara dilaporkan telah mulai mengerahkan Pasukan Khusus Rudal ke wilayah Voronezh, Rusia, untuk mendukung serangan rudal balistik terhadap Ukraina.

Juru Bicara Intelijen Pertahanan Ukraina, Andrii Cherniak, mengatakan unit yang terdiri dari sekitar 90 prajurit tersebut diproyeksikan menerima enam peluncur rudal serta hingga 120 rudal balistik, dan akan beroperasi di bawah naungan Brigade Rudal ke-112 milik Rusia.

Selain pengerahan personel, Pyongyang juga baru saja mengirimkan pasokan baru berupa 40 rudal balistik KN-23 dan KN-24.

Struktur akhir dari unit militer ini beserta jumlah total rudal yang diserahkan diperkirakan bakal difinalisasi dalam pembicaraan tingkat tinggi pada September mendatang, seperti dilaporkan Militarnyi.

Peningkatan Hubungan Korea Utara – Rusia

Pengiriman pasukan rudal oleh Pyongyang menandai peningkatan signifikan dalam hubungan pertahanan Korea Utara dan Rusia.

Kehadiran personel Korea Utara secara langsung di lapangan terbukti memperkuat daya gempur Rusia, seperti yang terlihat pada serangan mengerikan di pemukiman Radushne, wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina, pada 30 Juli lalu.

Baca di Sini: Korea Utara melanjutkan pengiriman rudal balistik KN-23 ke Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membenarkan bahwa Rusia kembali menggunakan rudal balistik KN-23 buatan Korea Utara setelah sekian lama absen.

Serangan tragis tersebut menghantam area pemukiman warga, menewaskan enam orang, termasuk tiga anak-anak, serta melukai sembilan orang lainnya, sekaligus meninggalkan kawah hantaman yang dahsyat di lokasi kejadian.

Bukan Salinan Iskander-M Rusia

Secara teknis, rudal KN-23 atau Hwasong-11Ga merupakan rudal balistik jarak dekat berbahan bakar padat yang mampu mengangkut hulu ledak seberat 500 kilogram hingga jarak 450 km atau mencapai 690 km jika menggunakan muatan yang lebih ringan.

Meskipun memiliki kemiripan fungsi dengan sistem Iskander-M milik Rusia, hasil analisis laboratorium dari Kementerian Pertahanan Ukraina terhadap puing-puing rudal menyimpulkan bahwa KN-23 bukanlah salinan langsung atau hasil produksi lisensi dari rudal 9M723 Iskander.

Baca Juga: Ukraina temukan kawah rudal kedua Korea Utara, akurasi KN-23 kembali dipertanyakan

Rudal tersebut justru merupakan versi modifikasi independen yang dikembangkan dari desain awal pengmbangan sistem Iskander, menunjukkan bahwa Korea Utara terus mengasah teknologi peluru kendali mandiri yang kini berpotensi memperpanjang durasi konflik di Eropa Timur. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *