China Umumkan Drone Terbaru GJ-3A, Penantang Sengit MQ-9B SkyGuardian AS
CCTVAIRSPACE REVIEW – China kembali menggebrak panggung militer global dengan mengumumkan drone pengintai dan serang terbarunya, GJ-3A. Kehadiran drone canggih ini dirancang khusus untuk memperkuat armada tempur domestik sekaligus memanaskan peta persaingan pasar pertahanan internasional, berhadapan langsung dengan dominasi drone papan atas buatan Amerika Serikat, MQ-9B SkyGuardian.
Kemunculan perdananya terungkap lewat tayangan dokumenter resmi stasiun televisi pemerintah CCTV yang memperlihatkan jajaran operasi Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF), sekaligus mengakhiri spekulasi publik selama bertahun-tahun terkait program militer rahasia Beijing tersebut.
Dalam dokumenter itu, GJ-3A terlihat beroperasi secara terkoordinasi bersama drone WZ-7 dan WZ-10 dalam menjalankan misi pengawasan serta akuisisi target.
Pakar militer China, seperti dilaporkan Global Times, menyebut sistem anyar ini dirancang untuk memperkuat sinergi lintas matra, mulai dari pasukan darat, laut, hingga komando roket.
Konsep Rotasi Udara Berkelanjutan
Masuk dalam kategori Medium-Altitude Long-Endurance (MALE), GJ-3A memikul fungsi ganda untuk intelijen, pengawasan, pengintaian, hingga serangan presisi jarak jauh.
Berbeda dari keluarga Wing Loong yang sejak awal diposisikan untuk komoditas ekspor, para analis menilai platform ini dikembangkan khusus guna memenuhi standar operasional ketat militer China di kawasan rawan konflik seperti Selat Taiwan dan Laut Cina Selatan.
Baca Juga: Mirip Avenger, drone MALE China WJ-700 mengudara perdana
Kemampuan operasional GJ-3A juga menonjolkan konsep rotasi udara berkelanjutan, di mana drone ini dapat bergantian peran dengan armada lain untuk menjaga pengawasan tanpa henti dan membagikan data secara waktu nyata.
Meski Beijing belum merinci spesifikasi resmi terkait jarak jelajah maupun kapasitas muatannya, para pakar meyakini perannya setara dengan MQ-9B SkyGuardian buatan General Atomics yang mampu mengudara lebih dari 40 jam.
Simpun Jaringan Komando
Lebih dari sekadar pesawat tempur tunggal, GJ-3A berfungsi sebagai simpul jaringan komando terpadu yang membagikan koordinat target secara langsung ke berbagai cabang angkatan bersenjata.
Selain memperkuat pertahanan domestik, kemunculan GJ-3A semakin mempertegas ambisi China dalam menguasai peta persaingan industri aviasi tak berawak dunia.
Baca Juga: China kirimkan drone Wing Loong II MALE UCAV ke-50
Pasar drone MALE yang selama ini didominasi oleh negara-negara Barat kini berpotensi menghadapi pergeseran peta kekuatan jika Beijing memutuskan untuk membuka keran ekspor varian drone ini.
Dengan menawarkan efisiensi biaya serta integrasi teknologi jaringan yang mumpuni, GJ-3A berpeluang besar menjadi opsi menarik bagi negara-negara berkembang yang membutuhkan platform pengawasan maritim dan serangan presisi tanpa harus terikat oleh pembatasan politik yang ketat dari produsen Barat. (PN)
