Prancis Tunda Beli Rafale F4, Pilih Tunggu Versi F5 di Tahun 2033

UCAV untuk Rafale F5Dassault
Jet tempur Rafale F5 dengan drone pendampingnya.

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah dan Parlemen Prancis menyepakati penyesuaian strategi modernisasi kekuatan udara nasional dengan menunda pengadaan 20 unit jet tempur Dassault Rafale standar F4 yang sebelumnya dijadwalkan tiba pada 2031/2032. Sebagai gantinya, Prancis memilih menunggu hingga tahun 2033 agar puluhan jet tempur tersebut dikirim langsung dalam konfigurasi standar F5 yang jauh lebih canggih.

Kebijakan strategis ini disampaikan dalam dengar pendapat Komite Pertahanan Senat Prancis terkait evaluasi Undang-Undang Pemrograman Militer (LPM) 2024–2030 yang mengalokasikan total anggaran pertahanan hingga 436 euro miliar (sekitar Rp7.800 triliun).

Direktur Utama Dassault Aviation, Éric Trappier, menegaskan di hadapan Senat bahwa keputusan beralih langsung ke standar F5 merupakan pilar utama transisi armada tempur Prancis menuju era modern.

Lompatan Teknologi Komprehensif

Berbeda dari pembaruan perangkat lunak pada standar F4, Rafale F5 membawa lompatan teknologi komprehensif, mulai dari integrasi jaringan serat optik berkapasitas tinggi, pemrosesan data berbasis kecerdasan buatan (AI), radar generasi baru, hingga sistem peperangan elektronik terintegrasi.

Seluruh arsitektur sistem pada versi F5 dirancang tertutup guna melindungi kedaulatan informasi serta misi pencegahan nuklir nasional dari potensi serangan siber.

Keunggulan utama yang menjadi alasan Prancis rela menunda pengiriman ini adalah kemampuan Rafale F5 untuk berfungsi sebagai pusat kendali (command center) bagi pesawat nirawak tempur siluman (stealth combat drone).

Penetrasi Area Berisiko Tinggi

Drone pendamping berbasis konsep nEUROn ini akan bertugas melakukan penetrasi area berisiko tinggi, pengacauan radar musuh, hingga eksekusi serangan awal tanpa membahayakan pesawat berawak.

Langkah ini juga diselaraskan dengan pembaruan Komponen Udara Strategis nuklir Prancis menjelang tahun 2035, di mana Rafale F5 disiapkan sebagai platform utama pembawa rudal nuklir jelajah pemungkas generasi baru, ASN4G.

Baca Juga: Safran memperkenalkan mesin M88 T-REX dengan kekuatan dorong 20% lebih tinggi untuk Rafale F5

Melalui keputusan untuk langsung mengadopsi standar F5 pada 2033, Angkatan Udara dan Antariksa Prancis memastikan armada 225 jet tempurnya tidak hanya terpenuhi secara kuantitas, tetapi juga memiliki keunggulan teknologi mutakhir yang relevan hingga melampaui tahun 2060. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *