Inovasi VLS China: Kapal perusak Type 052D berhasil uji tembak rudal hipersonik YJ-20
CCTV, WikimediaAIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) melangkah maju dalam modernisasi kekuatan maritimnya dengan mengintegrasikan rudal balistik antikapal hipersonik YJ-20 ke dalam armada kapal perusak Type 052D.
Langkah strategis ini terungkap melalui rekaman video yang dirilis saluran militer China Central Television (CCTV) dalam cuplikan seri dokumenter Achieve Victory.
Penampakan tersebut mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa rudal canggih tersebut berhasil diluncurkan dari kapal perusak kelas Type 052D.
Pergeseran Doktrin Tempur
Integrasi ini menandai pergeseran krusial dalam doktrin tempur laut Cina. Sebelumnya, rudal YJ-20 hanya diasosiasikan dengan kapal perusak kelas Type 055 yang berukuran lebih besar dan bertindak sebagai kapal bendera (flagship).
Dengan dibawanya YJ-20 oleh Type 052D, kemampuan serangan hipersonik jarak jauh kini disebar ke tulang punggung kekuatan tempur permukaan militer Cina. Sebagai informasi tambahan, Type 052D adalah armada perusak modern yang paling banyak dimiliki PLAN, yakni berjumlah sekitar 35 unit.
Baca di Sini: Kejar AS, China meluncurkan kapal perusak Type 052D ke-35 dari 52 yang direncanakan
Jika digabungkan dengan armada Type 055, basis platform yang berpotensi mengusung rudal ini mencakup lebih dari 40 kapal perang utama.
Mekanisme Cold-Launch
Dari sisi teknis, rekaman menunjukkan YJ-20 diluncurkan menggunakan mekanisme cold-launch dari sistem peluncuran vertikal (VLS) standar yang sudah ada di kapal perusak Type 052D.
Dalam mekanisme ini, rudal terdorong keluar dari tabung peluncur sebelum mesin pendorong utamanya menyala di udara. Integrasi dilakukan tanpa perlu menambahkan struktur peluncur eksterior atau mengubah profil fisik kapal, sehingga kapal perusak yang dilengkapi YJ-20 secara visual tidak dapat dibedakan dari kapal sejenis lainnya di laut lepas.
Baca Juga: Angkatan Laut China meresmikan kapal perusak Type 052D Loudi, dilengkapi radar baru dan VLS 64 sel
Penyebaran kemampuan hipersonik secara terdistribusi ini membawa dampak signifikan terhadap dinamika keamanan regional, khususnya di Laut China Selatan, Laut China Timur, hingga ke wilayah Pasifik Barat. Kehadiran Type 052D berkemampuan hipersonik membuat gugus tugas tempur Amerika Serikat dan sekutunya menghadapi tantangan intelijen yang lebih rumit.
Pasukan lawan akan kesulitan mengidentifikasi kapal mana yang membawa rudal serang jarak jauh, yang pada akhirnya memaksa kelompok kapal induk sekutu untuk beroperasi lebih jauh dari area konflik guna meminimalkan risiko.
Kapasitas Ruang Rudal
Kendati demikian, pengangkutan YJ-20 pada kelas Type 052D juga membawa konsekuensi taktis berupa kompromi kapasitas ruang rudal.
Setiap tabung VLS yang diisi oleh YJ-20 mengurangi ruang untuk rudal pertahanan udara jarak jauh atau senjata anti-kapal selam.
Oleh karena itu, efektivitas operasional rudal hipersonik ini akan sangat bergantung pada kombinasi ketepatan jaringan pengintai, sensor satelit, radar jelajah ufuk (over-the-horizon), serta komunikasi data real-time yang mendukung rantai penyerangan militer China di medan tempur. (PN)
