Korea Selatan luncurkan fasilitas produksi KSAM-II untuk menggantikan SM-2 buatan AS
X/MasonAIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan LIG Nex1 asal Korea Selatan telah meluncurkan fasilitas produksi untuk rudal permukaan ke udara KSAM-Il dari Pabrik 3 di Gumi, yang berada di Provinsi Gyeongsang Utara.
Fasilitas tersebut akan memberikan kemampuan produksi dalam negeri untuk membangun sistem pencegat bagi angkatan laut yang dirancang untuk menggantikan SM-2 buatan Amerika Serikat (AS).
Program ini berlangsung dari tahun 2023 hingga 2036 yang diperkirakan menelan biaya sekitar KRW 690 miliar, dirancang untuk mengurangi ketergantungan Korea Selatan pada rudal impor.
Produksi rudal uji terbang pertama dijadwalkan dimulai pada Juli 2026 ini, atau tiga tahun setelah pengembangan K-SAM-II disetujui oleh Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) dan sekitar dua tahun setelah LIG Nex1 dipilih pada Oktober 2023.
Rudal uji ini akan mendukung lebih dari sepuluh uji tembak sebelum rudal produksi massal dapat digunakan secara resmi untuk kapal perang operasional.
Mempersenjatai Destroyer dan Fregat
Kehadiran K-SAM ll (Korean-Ship to Air Missile ll) ini untuk mempersenjatai kapal perusak (destroyer) baru KDDX dan fregat FFX Batch IV buatan dalam negeri.
Rudal pencegat canggih ini dilengkapi dengan pencari radar aktif Gallium Nitride 1 kW dan mampu melakukan 100 pembaruan target per detik.
Sanggup meluncur dengan kecepatan 5 Mach, K-SAM ll dapat diandalkan untuk melumpuhkan rudal jelajah supersonik dan ancaman udara lainnya.
Tiga Bagian Utama
KSAM-II yang berukuran sekitar 6 m ini terbagi menjadi tiga bagian utama. Bagian depan berisi pencari target dan elektronik pemandu, termasuk peralatan yang dibutuhkan untuk menerima data target, memperkirakan pergerakan target, dan menghitung jalur intersepsi.
Bagian tengah berisi unit propulsi utama dan hulu ledak. Sedangkan bagian belakang berisi pendorong yang menghasilkan daya awal setelah peluncuran dari sel vertikal (VLS) pada kapal.
Proses pembuatan rudalnya sendiri dibagi menjadi sekitar dua puluh tahap dan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dari awal perakitan hingga penyelesaian sebuah rudal.
Lebih dari dua puluh personel terlatih berpartisipasi dalam proses tersebut, yang meliputi perakitan mekanis, pemasangan kabel dan elektronik, integrasi propulsi, penyelarasan, inspeksi, dan pengujian fungsional. (RBS)
