COMAC uji pesawat C919-600, varian baru khusus penerbangan dataran tinggi

Pesawat jet komersial COMAC C919-600COMAC
Pesawat jet komersial COMAC C919-600.

AIRSPACE REVIEW – Produsen pesawat asal China, Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), resmi memulai tahap pengujian darat untuk varian terbaru pesawat komersialnya, C919-600, di Bandara Internasional Pudong, Shanghai. Varian ini merupakan versi badan pesawat yang dipendekkan (shortened) dari model standar C919-100.

Dengan pengurangan sekitar enam bingkai struktur badan pesawat, kapasitas penumpangnya kini dipangkas menjadi kisaran 138 hingga 160 kursi guna menghasilkan bobot keseluruhan yang jauh lebih ringan.

Pemangkasan ukuran ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan performa penerbangan di wilayah beriklim ekstrem dan bertemperatur tinggi (hot and high), seperti wilayah dataran tinggi Tibet yang memiliki kerapatan udara tipis.

Pengurangan bobot ini memberikan rasio dorong terhadap berat yang lebih tinggi, sehingga pesawat memiliki daya tanjak serta kemampuan lepas landas yang ideal di bandara-bandara berelevasi tinggi.

Jarak Jangkau 3.000 km

Prototipe pesawat bernomor registrasi B-002U ini tampil berbeda dengan hanya menyisakan satu jendela darurat di bagian tengah badan pesawat dan dirancang untuk memiliki jarak tempuh hingga 3.000 km.

Setelah menyelesaikan rangkaian uji landas pacu (taxiing tests), penerbangan perdana varian C919-600 dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.

Baca Juga: Bawa pesawat C919 dan C909, COMAC hadir perdana di Dubai Airshow 2025

Langkah COMAC ini menjadi ancaman langsung bagi dominasi pesawat pesaing di rute dataran tinggi China, seperti Airbus A319 dan Boeing 737-700. Maskapai Tibet Airlines (Xizang Airlines) telah resmi menjadi pembeli perdana (launch customer) dengan memesan 40 unit varian ini.

Di saat yang sama, COMAC juga dikabarkan tengah menyiapkan pengembangan varian diperpanjang (stretched variant) C919-800 untuk terus memperkuat posisinya di pasar penerbangan internasional.

Program Pertama Diluncurkan Tahun 2008

C919 merupakan pesawat penumpang komersial berbadan sempit (narrow-body) yang dikembangkan oleh COMAC untuk menantang dominasi dua raksasa penerbangan dunia, di mana saat ini dikuasai oleh Airbus seri A320neo dan Boeing seri 737 MAX.

Program C919 resmi diluncurkan pada tahun 2008 sebagai bagian dari strategi nasional China untuk membangun kemandirian di industri penerbangan sipil.

Perakitan fisik komponen pertamanya dimulai pada akhir tahun 2011, hingga akhirnya prototip pertama berhasil ditampilkan ke publik (rollout) pada 2 November 2015 di Shanghai.

Baca Juga: Air China memborong 100 pesawat COMAC C919 senilai 10,8 miliar USD

Setelah melalui uji darat dan persiapan teknis, C919 sukses melakukan penerbangan perdana (maiden flight) pada 5 Mei 2017 dari Bandara Internasional Pudong Shanghai.

Proses sertifikasi pesawat ini memakan waktu beberapa tahun dengan melibatkan enam pesawat prototipe untuk uji terbang intensif. Pada 29 September 2022, C919 akhirnya mengantongi Type Certificate dari Badan Penerbangan Sipil China (CAAC).

Unit Produksi Pertama C919 Diserahkan Akhir 2022

Unit produksi pertama resmi diserahkan kepada maskapai pembeli perdana (launch customer), China Eastern Airlines, pada Desember 2022, sebelum akhirnya mencatatkan penerbangan komersial perdananya pada 28 Mei 2023 rute Shanghai–Beijing.

Dalam konfigurasi standar dua kelas, C919 mampu mengangkut 158 hingga 168 penumpang dengan jarak tempuh jelajah antara 4.075 hingga 5.555 km.

Baca Juga: Hadir pertama kali di Indonesia, COMAC C919 siap bersaing dengan Boeing B737NG dan Airbus A320neo

Meskipun struktur utama badan dan sayap pesawat diproduksi di dalam negeri China, C919 versi awal masih sangat bergantung pada komponen utama dari produsen Barat, seperti mesin turbofan CFM International LEAP-1C serta sistem avionik dan kendali terbang terintegrasi.

Perkembangan C919 menunjukkan ekspansi operasional sekaligus tantangan rantai pasok. Tiga maskapai terbesar Tiongkok — China Eastern Airlines, Air China, dan China Southern Airlines — telah mengoperasikan puluhan unit C919 untuk melayani berbagai rute domestik utama.

Pengembangan Terus Dilakukan

Selain itu, COMAC mulai memamerkan C919 di ajang internasional seperti Singapore Airshow dan melakukan penerbangan demonstrasi di Asia Tenggara untuk menarik minat pasar global.

Di sisi teknis dan bisnis, COMAC kini memokuskan pengembangan pada dua jalur utama, yaitu diversifikasi varian dan percepatan kemandirian komponen. Selain varian standar C919-100, COMAC tengah menguji varian C919-600 yang berbadan lebih pendek khusus untuk rute dataran tinggi (hot and high), serta menyiapkan varian diperpanjang (stretched) C919-800.

Pada saat yang sama, pengujian mesin buatan dalam negeri AECC CJ-1000A terus diakselerasi untuk menggantikan mesin LEAP-1C guna mengurangi ketergantungan pada pemasok luar negeri dan mengatasi kendala laju produksi. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *