Portugal datangkan Super Scooper dari AS, tipe pesawat ini pernah dipesan Indonesia
YouTubeAIRSPACE REVIEW – Operator layanan penerbangan darurat dan pertahanan asal Eropa, Avincis, secara resmi menambah armada pesawat pemadam kebakaran jenis Super Scooper untuk memperkuat operasi pemadaman di Portugal. Tipe pesawat ini pernah dipesan oleh Indonesia.
Pesawat amfibi tambahan tersebut disewa langsung dari sebuah perusahaan penyedia penerbangan khusus yang berbasis di Amerika Serikat guna mengantisipasi maraknya ancaman kebakaran hutan selama gelombang musim panas.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons proaktif untuk meningkatkan kapasitas operasional udara serta memangkas waktu tanggap terhadap kemunculan titik api di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau moda darat.
Portugal merupakan salah satu negara di Eropa Selatan yang secara rutin menghadapi ancaman kebakaran hutan hebat akibat kombinasi suhu ekstrem, angin kencang, dan kelembapan udara yang sangat rendah.
Guna mengatasi dinamika lapangan yang ekstrem tersebut, kehadiran armada Super Scooper dinilai menjadi komponen krusial dalam struktur pertahanan sipil dan penanggulangan bencana nasional.
Sekop 6.000 Liter Air dalam 15 Detik
Super Scooper merupakan julukan populer bagi pesawat amfibi pemadam kebakaran khusus (amphibious water-scooper aircraft), seperti lini pesawat terkenal Canadair CL-415 atau De Havilland DHC-515.
Pesawat ini dirancang dengan kemampuan mekanis unik yang memungkinkannya menyekop (scooping) hingga 6.000 liter air langsung dari permukaan danau, sungai besar, atau laut hanya dalam waktu 12 hingga 15 detik.
Proses penyekopan air tersebut dilakukan saat pesawat melaju kencang menyentuh permukaan air (skimming) pada kecepatan sekitar 130–160 km/jam tanpa perlu mendarat di landasan pacu.
Baca Juga: Mengenal Pesawat Amfibi CL-415 EAF dan CL-515 untuk TNI AU
Tingginya kecepatan pesawat membuat air terdorong masuk secara paksa (ram pressure) melalui saluran khusus menuju tangki internal.
Selain air murni, sistem di dalam pesawat juga memungkinkan pencampuran busa kimia pemadam (foam retardant) untuk meningkatkan daya penetrasi dan menahan laju perambatan api pada vegetasi tebal.
Efisiensi dan Perlindungan Pemukiman
Kecepatan siklus penjatuhan air dari pesawat, membuat Super Scooper sangat unggul dibandingkan pesawat pemadam konvensional berbasis landasan darat yang membutuhkan waktu lama untuk pengisian ulang.
Dalam kurun waktu satu jam operasional, satu unit Super Scooper diperkirakan mampu melakukan gempuran air (water bombing) secara berulang dan menjatuhkan puluhan ribu liter air presisi di atas garis api utama (head fire).
Dengan hadirnya tambahan armada dari AS ini, pihak berwenang Portugal optimistis tingkat penyebaran api dapat dilokalisasi lebih cepat sebelum meluas ke kawasan permukiman penduduk.
Langkah ini juga sekaligus meminimalisasi risiko kerugian ekonomi, kerusakan ekosistem kawasan konservasi, serta ancaman keselamatan jiwa masyarakat lokal.
Manajemen Avincis menegaskan komitmen jangka panjang mereka untuk terus bermitra erat dengan pemerintah Portugal dan badan perlindungan sipil setempat dalam menghadapi krisis iklim musim panas.
Indonesia Pernah Memesan
Keandalan keluarga pesawat Super Scooper sebenarnya bukan hal asing bagi Indonesia. Pada ajang Paris Air Show 2019, produsen Viking Air Limited mengumumkan pemesanan satu unit CL-415 EAF dan enam unit CL-515 oleh Indonesia untuk memperkuat armada TNI AU.
Pemilihan pesawat amfibi asal Kanada ini menyisihkan kandidat kuat lainnya seperti Beriev Be-200 dari Rusia dan ShinMaywa US-2 dari Jepang.
Baca di Sini: Sisihkan Be-200 dan US-2, Indonesia Pilih Pesawat Amfibi CL-415/CL-515 dari Kanada
Ukurannya yang lebih ringkas ketimbang pesaingnya menjadi nilai plus karena memungkinkan pesawat menyedot air dari badan sungai yang tak terlalu lebar, selain memiliki biaya operasional yang jauh lebih hemat.
Keandalan CL-415 sendiri telah terbukti di Indonesia saat Super Scooper milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA) diperbantukan memadamkan kebakaran hutan di Riau dan Palembang pada tahun 2015.
Baca di Sini: Datang Bertahap Tahun Depan, 6 Pesawat Amfibi Akan Perkuat TNI AU
Meski pemesanan telah diumumkan secara resmi pada pertengahan 2019 silam tersebut, hingga saat ini realisasi pengadaan pesawat amfibi pemadam tersebut untuk TNI AU belum terwujud. (RNS)
